FRENSIA.ID – Di balik gemerlap dunia keuangan Wall Street dan lingkar kekuasaan elit global, tersimpan sebuah rahasia kelam yang selama bertahun-tahun tertutup rapat. Namun, keberanian seorang aktivis anti-perbudakan, Conchita Sarnoff, berhasil menyingkap tabir tersebut.
Sarnoff tidak hanya berbicara, ia mempertaruhkan nyawanya untuk mengungkap kebenaran tentang Jeffrey Epstein, seorang manajer dana lindung nilai miliarder yang ternyata merupakan predator seksual terdaftar tingkat 3.
Semua keberanian dan temuan mengejutkan tersebut dituangkan Sarnoff dalam sebuah karya non-fiksi yang mengguncang, berjudul TrafficKing. Buku ini adalah dokumentasi dari kasus perdagangan seks anak yang sangat besar dan tercatat sebagai kasus perdagangan manusia terlama dalam sejarah hukum Amerika Serikat.
Dalam narasi yang dibangunnya, Sarnoff memberikan perbandingan yang mencengangkan: kasus Epstein ini jauh lebih menyayat hati dan lebih besar dampaknya dibandingkan gabungan dari skandal-skandal besar yang pernah mengguncang Amerika sebelumnya, seperti kasus Monica Lewinsky, skandal Watergate, hingga skandal Profumo.
Melalui TrafficKing, pembaca dibawa menyelami sisi tergelap dari kondisi manusia. Buku ini membedah bagaimana keserakahan, nafsu tak terkendali, dan kekuasaan absolut berpadu dengan praktik jual beli pengaruh di tingkat pemerintahan tertinggi.
Sarnoff menyoroti sebuah ironi hukum yang menyakitkan, di mana sebelas tahun setelah pelaku kejahatan seksual tingkat 3 itu ditangkap, empat kasus yang terkait dengan penyelidikan kriminalnya pada tahun 2005 masih saja terbuka tanpa penyelesaian yang tuntas.
Selain itu, Sarnoff menggugat mengapa pedofil sekelas Epstein tidak dituntut berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Korban Perdagangan Manusia (TVPA), sebuah instrumen hukum yang sejatinya telah diberlakukan di Florida sejak tahun 2000.
Sebagai kisah non-fiksi pertama yang secara komprehensif mengupas Jeffrey E. Epstein, TrafficKing menjadi saksi bisu ambisi dan kekuasaan yang merentang dari aula akademis bergengsi Universitas Harvard hingga lorong-lorong Gedung Putih. Sarnoff dengan jeli menyusun kepingan-kepingan fakta yang menunjukkan bagaimana sistem seringkali gagal melindungi mereka yang rentan ketika berhadapan dengan kekuatan uang.
Buku ini menjadi pengungkapan yang menegangkan, mengajak publik untuk tidak menutup mata terhadap realitas bahwa perdagangan manusia bisa terjadi di balik pintu-pintu kaum elit yang paling dihormati sekalipun.
Sarnoff mencari tahu alasan di balik impunitas tersebut, dan jawabannya tertuang jelas dalam halaman-halaman buku yang kini menjadi referensi penting dalam sejarah kriminalitas modern ini.
Penulis : MASHUR IMAM







