Korea Selatan akan Tetapkan Pajak Crypto Lebih Tinggi pada 2025

Kamis, 21 November 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korea Selatan berencana untuk menerapkan pajak crypto pada tahun 2025 dengan ambang batas keuntungan yang lebih tinggi.

Korea Selatan berencana untuk menerapkan pajak crypto pada tahun 2025 dengan ambang batas keuntungan yang lebih tinggi.

Frensia.id – Korea Selatan berencana untuk menerapkan pajak crypto pada tahun 2025 dengan ambang batas keuntungan yang lebih tinggi. Ambang batas yang awalnya sebesar 2,5 juta won Korsel diusulkan naik menjadi 50 juta won atau setara Rp566,3 juta.

Proposal baru ini muncul dari Partai Demokrat (DPK), yang mengusulkan struktur pajak serupa dengan pajak investasi saham. Tujuannya adalah untuk meringankan beban pajak bagi investor kecil, sehingga hanya keuntungan besar di atas Rp500 juta yang dikenai pajak.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Di sisi lain, People’s Power Party (PPP), partai yang berkuasa di Korsel, mengusulkan penundaan penerapan pajak tersebut hingga tahun 2028. 

Namun, Partai Demokrat mengkritik langkah tersebut, menyebutnya sebagai strategi politik menjelang pemilu mendatang.

Baca Juga :  Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Rencana awal untuk menerapkan pajak crypto sebesar 20% sebenarnya direncanakan mulai 2023, tetapi ditunda karena mendapat penolakan dari investor dan pemangku kepentingan.

Meskipun begitu, belum ada kepastian apakah usulan ini akan disetujui sepenuhnya. Terbukti, perdebatan mengenai pajak crypto tersebut terus berlanjut. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB