Frensia.id- Kylian Mbappe masih belum mampu merangkai kisah indah di awal petualangannya bersama Real Madrid dalam kompetisi Liga Spanyol musim 2024-2025. Awal yang buruk, berkali diandalkan tetap lemah.
Dalam pertandingan pekan ketiga melawan Las Palmas di Stadion Gran Canaria, Los Blancos harus kembali menelan pil pahit dengan hasil imbang 1-1.
Untungnya, ada gol penyelamat dari Vinicius Junior. Walaupun dari eksekusi penalti di menit ke-69, namun tentu menjadi angin segar yang melintasi panasnya lapangan, menghindarkan mereka dari kekalahan.
Namun, sorotan tak terelakkan tertuju pada sang bintang anyar, Kylian Mbappe. Sebagai sosok yang digadang-gadang akan menjadi ujung tombak Real Madrid, ekspektasi tinggi mengiringi langkahnya di setiap pertandingan.
Pertandingan ini merupakan penampilan ketiganya secara berturut-turut sebagai starter di Liga Spanyol, tetapi sentuhan magisnya belum juga terlihat.
Ketika menghadapi tim sekelas Las Palmas, yang seharusnya menjadi ladang subur untuk memanen gol, Mbappe masih terbungkam.
Peluang demi peluang berbuah sia-sia, seolah ada tembok tak kasat mata yang menghalangi jalannya menuju gol. Secara kuantitaf, penampilannya amat naas. Ia amat burut di penemapilan-penampilan perdana.
Tentu berbeda dengan Cristiano Ronaldo, yang sejak awal telah keren. Atau pemain lain, yang didatangkan sebagai megabintang.
Salag satu bukti yang dangat konkret adalah hasil analisi statistik dari Opta Jose memperlihatkan betapa berat beban yang kini ditanggung Mbappe.
Sejak awal musim, Mbappe telah melepaskan 17 tembakan ke arah gawang lawan, namun semuanya berlalu tanpa hasil. Dengan nilai xG yang mencapai 1,8, dia terjebak dalam jurang antara harapan dan kenyataan.
Jika dianalisis mendalam, setiap tembakan yang dilepaskan hanya menghasilkan xG sebesar 0,11. Sungguh merupakan angka yang menggambarkan kegagalan seorang penyerang untuk merajut mimpi menjadi kenyataan.
Bagi Kylian Mbappe, langkahnya bersama Real Madrid masih panjang, namun bayang-bayang ekspektasi terus membuntuti di setiap langkahnya. Ia harus kerja keras untuk membuktikan kebintangannya.
Akankah ia mampu membalikkan keadaan dan mencetak gol yang dinantikan, atau justru terus tenggelam dalam gelombang kegagalan? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban, sementara Madridistas menanti dengan sabar, berharap bintang mereka segera bersinar.