Frensia.id- Lagi ramai,industri perfilman India saat ini tengah diguncang oleh informasi tak sedap. Ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan sutradara terkenal, Arindam Sil.
Seorang aktris menuduh bahwa insiden pelecehan ini terjadi pada bulan April 2024 selama syuting film Ekti Khunir Sandhane Mitin di sebuah resor. Dalam laporannya, aktris tersebut mengungkapkan bahwa Sil memintanya duduk di pangkuannya, sebuah permintaan yang ia tolak. Namun, karena adanya tekanan dari sutradara, ia akhirnya merasa terintimidasi dan terpaksa menuruti permintaan tersebut.
Laporan dijelaskan langsung oleh Leena Gangopadhyay, seorang ketua Komisi Perempuan Benggala Barat.
“Aktris itu memberi tahu kami bahwa karena dia dipermalukan di depan umum, dia menginginkan permintaan maaf publik secara tertulis. Sil awalnya ingin mengatakan bahwa itu adalah tindakan yang tidak disengaja. Namun, aktor itu protes karena dia mengatakan bahwa sutradara bahkan bertanya apakah dia suka dicium. Kemudian dia setuju untuk mengubah kalimat dalam surat itu. Tidak ada pertanyaan tentang kami memaksanya untuk menghapus kata apa pun,” ungkapnya sebagaimana diberitakan Times of India, 16/-09/2024.
Setelah itu, Sil dikabarkan mencium pipi sang aktris, yang membuatnya sangat kaget dan terguncang secara emosional.
Aktris tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa sutradara bersikap seolah-olah insiden tersebut tidak terjadi dan bahkan bertanya apakah ia menikmati ciuman itu. Meskipun pihak produksi film berjanji untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan ada pengawasan selama proses syuting selanjutnya, insiden ini tetap meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Aktris tersebut memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan syuting demi profesionalisme dan agar proyek tidak terganggu, meskipun dirinya merasakan tekanan psikologis yang besar.
Setalah syuting akhirnya ia memutuskan untuk melaporkan sang sutradara. Baginya, tindakan tercela dalam perfilman harus segera dihentikan.
Bahkan ia menyebut sang sutradara yang melakukan tindakan senonoh sebagai predator. Secara serius, ia mengaku akan segera mencari penasihat hukum untuk masalah tersebut. Sesegara mungkin, ia secara resmi melaporkan tindakan yang telah merugikannya ke pengadilan setempat.
“”Jika seorang predator bisa melakukan hal ini setelah meminta maaf kepada saya, saya harus mencari nasihat hukum”, ungkap Leena, 16/09/2024.
Arindam Sil, di sisi lain, mengklaim bahwa insiden tersebut tidak disengaja dan menyatakan penyesalannya jika tindakannya telah menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, aktris tersebut merasa tidak puas dengan permintaan maaf tersebut karena Sil terus menyebut insiden itu sebagai hal yang tidak disengaja.
Setelah adanya tuntutan lebih lanjut dari aktris tersebut untuk mendapatkan permintaan maaf publik secara resmi, kasus ini menarik perhatian publik, terutama setelah Sil diskors oleh Asosiasi Sutradara India Timur (DAEI). (*)