Lagu Bella Ciao Bergema Dalam Demontrasi Cipayung Plus Menggugat Di Jember

Friday, 23 August 2024 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Lagu Bella Ciao Bergema Dalam Demontrasi Cipayung Plus Menggugat Di Jember (Sumber: Istimewa)

Gambar Lagu Bella Ciao Bergema Dalam Demontrasi Cipayung Plus Menggugat Di Jember (Sumber: Istimewa)

Frensia.id-  Lagu Bella Ciau bergema pada demontrasi mahasiswa sore ini di Jember, 23/08/2024. Bukan hanya lagu buruh tani, darah juang, mereka para demontran bergabung melantunkan lagu Sound Track Money Heist ini.

Sebelumnya telah dikabarkan, bahwa sejumlah organisasi ekstra mahasiswa di Jember berencana turun jalan. Mereka berdomentrasi sejak jam 12.30 tadi. 

Start demontrasi dimulai dari Gerbang Universitas Jember. Dan hingga berita ini ditulis, mereka telah berkumpul di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jember. 

Mereka mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menaati dan melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 serta Nomor 70/PUU-XXII/2024. AJM menilai bahwa keputusan ini merupakan fondasi penting dalam menjaga mutu demokrasi di Indonesia.

Aksi berjalan damai. Para demonstran bergantian mengisi orasi. Beberapa tokoh organisasi ekstra satu persatu menyampaikan argumentasinya.

Baca Juga :  NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat

Uniknya, lagu yang mereka nyanyikan, terpantau Frensia.id tidak hanya lagu-lagu klasik para aktifis. Mereka juga menyanyikan lagu Bella Ciau.

Lagu ini ternyata juga memiliki magnet dan begitu sakral dinyanyikan. Mereka para demonstran bersemangat menyanyikannya.

Dilihat dari maknanya, ternyata makna lagu ini memang tentang perjuangan melawan penguasa yang otoriter. Lagu ini menggambarkan perpisahan seseorang dengan kekasihnya demi memperjuangkan kebebasan.

Ia berpesan agar dimakamkan di pegunungan jika ia gugur.

Bella Ciao pertama kali dinyanyikan oleh perempuan pekerja ladang sebagai penghibur di tengah rutinitas mereka.Lagu ini kemudian menjadi simbol perlawanan yang melintasi waktu dan tempat.

Lagu ini dikembangkan di Italy. Berkisah menggambarkan seseorang yang memutuskan bergabung dengan para partisan untuk melawan fasisme. 

Perlawanan demikian yang diangap hampir sama dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Fasisme merupakan rezim otoriter di Italia.

Baca Juga :  Terobosan Baru Gus Fawait, Gelar Forum Uji Publik Secara Live

Untuk melakukan perlawanan, memaksa pencipta lagu Bella Ciau meninggalkan kekasihnya. Tentu adalah sebuah perpisahan yang berat.

Dengan rasa getir, ia menyampaikan pesan terakhir yang penuh makna dan kesedihan, yang kemudian menjadi bagian dari lirik lagu: “Dan jika aku mati sebagai seorang partisan, kuburkan aku di gunung, di bawah bayangan bunga-bunga yang cantik.”

Pesan ini tidak hanya mencerminkan pengorbanan pribadi, tetapi juga harapan bahwa perjuangannya demi kebebasan akan dikenang dan dihargai oleh generasi mendatang.

“Bagi saya lagu itu, sangat sakral. Lagu yang meminta restu dan do’a pada ibu, serta pada siapapun yang kita sayangi. Tentu, untuk mengutuk pemerintahan yang buruk ini”, Ujar Aqil, salah satu demonstran dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisiriat UIN KHAS Jember.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Anggota DPRD Jember Main Game-Ngudut Saat Rapat Akhirnya Minta Maaf
Film “Pesta Babi” Menggema di Katedral Labuan Bajo, Dandhy Dwi Laksono: Tidak Ada Hubungannya Dengan Agama
Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film “Pesta Babi”, Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya
Kata Akademisi Soal Anggota DPRD Jember Main COC-Ngudut Saat Rapat
BK Belum Terima Laporan Anggota DPRD Jember Main Game-Merokok Saat Rapat
Kata Ketua Komisi D DPRD Jember Anggotanya Viral Main Game-Ngudut Saat Rapat
Tanggapan Ketua DPRD Jember Terkait Legislator Viral Main Game dan Merokok Saat RDP
Komisi D DPRD Jember Indi Naidha Minta Dinsos Atasi Kebocoran Data Bansos

Baca Lainnya

Thursday, 14 May 2026 - 00:16 WIB

Anggota DPRD Jember Main Game-Ngudut Saat Rapat Akhirnya Minta Maaf

Wednesday, 13 May 2026 - 22:41 WIB

Film “Pesta Babi” Menggema di Katedral Labuan Bajo, Dandhy Dwi Laksono: Tidak Ada Hubungannya Dengan Agama

Wednesday, 13 May 2026 - 22:10 WIB

Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film “Pesta Babi”, Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya

Wednesday, 13 May 2026 - 16:17 WIB

Kata Akademisi Soal Anggota DPRD Jember Main COC-Ngudut Saat Rapat

Wednesday, 13 May 2026 - 16:05 WIB

BK Belum Terima Laporan Anggota DPRD Jember Main Game-Merokok Saat Rapat

TERBARU

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP (Foto: Sigit/Frensia).

News

Pemuda di Jember Tewas Tersambar KA Sangkuriang

Wednesday, 13 May 2026 - 23:33 WIB

Kiprah Politik Vicky Prasetyo. Sumber Gambar: AI

Kolomiah

Kiprah Politik sang Gladiator

Wednesday, 13 May 2026 - 18:45 WIB