Legenda Penjual Tembakau Asongan Jember, Telah Ada Sejak Tahun 80an

Sunday, 17 November 2024 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Dari balik gerimis pagi yang mengguyur kota Jember, sosok tua dengan langkah yang tak lagi sekuat masa muda itu melangkah mantap.

Sarito, atau akrab dipanggil Pak Saipul oleh para pelanggan setianya, adalah seorang penjual tembakau asongan yang telah lama menjadi pemandangan akrab di kecamatan Kaliwates.

Lelaki berusia 75 tahun asal Blentongan, Tamanan, Bondowoso ini mungkin telah menua, namun semangatnya seakan abadi. Tawa renyah dan teriakan akrab,

“Bheko cong!” dengan logat Maduranya masih menjadi bagian dari siang yang riuh di pasar dan sudut-sudut jalan.

Tembakau bukan sekadar barang dagangan bagi Pak Saipul. Sejak 1982, saat usianya baru menginjak 32 tahun, ia telah mengayunkan langkah sebagai pedagang kecil.

Puluhan tahun berlalu, setiap helai tembakau yang ia bawa mengguratkan cerita ketangguhan hidup yang tak kunjung usai.

“Saya orang tidak punya, yang penting kerja dan dapat uang halal,” ucapnya dengan nada sederhana namun penuh makna, dalam bahasa Madura yang kental.

Dulu, masa mudanya dihabiskan menempuh perjalanan jauh. Sarito berjualan hingga garahan Jember, memikul dagangannya tanpa lelah. Kini, seiring usia senja, ia memilih untuk fokus di kawasan Kaliwates.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penemuan Mayat Bayi di Atas Makam Jember

Setiap hari, ia naik bus atau minibus, menempuh perjalanan pulang pergi dari Tamanan ke Kaliwates.

“Pulang jam 17.00, sampai rumah sekitar waktu Isya,” ungkapnya sembari menyeka peluh di dahi keriputnya.

Namun, bagi Pak Saipul, lelah adalah teman setia yang tak pernah dihindari.

Kisah perjalanan hidupnya penuh lika-liku. Dalam perjalanan berjualan, hujan sering menjadi musuh. Sarito berjalan kaki, berjuang menjaga tembakau tetap kering meski badai hujan melanda.

Kadangkala, ia harus beristirahat di pinggir jalan saat sakit kepala mendera. Namun, semangatnya tetap tak pudar. Ia terus berusaha pulang, selalu berharap besok akan lebih baik.

“Kalau saya sakit, istirahat sebentar. Yang penting, bisa pulang ke rumah,” kenangnya dengan senyum lelah.

Perubahan zaman membawa tantangan baru. Di masa lalu, ketika harga tembakau satu ons hanya 200 rupiah, penghasilan Sarito mencukupi kebutuhan keluarganya. Kini, harga tembakau melambung tinggi, namun pembeli kian menipis.

Baca Juga :  Pemkab Jember Sebut Perumahan di Jember Banjir Akibat Hak Sungai Dirampas

“Dulu cukup buat makan, sekarang susah,” katanya dengan nada getir.

Walau begitu, ia tak menyerah. Anak-anaknya memang memintanya untuk berhenti berjualan, tapi bagi Pak Saipul, bekerja adalah harga diri.

“Selama masih bisa makan dan tidak berbuat jahat, saya harus bekerja. Saya ingin rezeki yang halal,” tegasnya.

Di tengah arus modernisasi yang merubah wajah kota, Sarito tetap berjalan, menjajakan tembakau dengan langkah-langkah yang lambat namun pasti.

Wajah berkerutnya adalah saksi bisu perjuangan panjang. Pak Saipul adalah legenda kecil di kota Jember, sosok sederhana yang mengajarkan bahwa kerja keras, kejujuran, dan semangat tak pernah lekang oleh waktu.

Melalui tembakau yang ia tawarkan, ia meninggalkan jejak keteguhan hati, memberi pelajaran berharga tentang kehidupan dan perjuangan.

Sambil tersenyum kepada setiap orang yang lewat, ia terus melangkah—dengan keyakinan bahwa selama ia masih bisa berjalan, ia akan terus bertahan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Sambut HUT Partai ke-53, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Khotmil Qur’an dan Santunan Yatim Piatu
Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi Damai Soroti Konflik JCE–Blawan
Penerbitan IUP Pertambangan Pasir Laut Jadi Rebutan KKP dengan ESDM, Owner Kabantara Grup Beberkan Penjelasannya
Jalinan Harmoni Antar Umat Beragama, Satkoryon Banser Umbulsari PAM di Gereja Sidorejo
Menteri ESDM Sedang Prioritaskan IUP, Kabantara Grup Siap Kuasai Bauksit Indonesia
Refleksi Akhir Tahun: PUSHAM dan PSAD UII Soroti Mandeknya Reformasi, Ajukan Lima Tuntutan pada Pemerintahan Prabowo–Gibran
Pemkab Bondowoso Perkuat Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Pemkab Bondowoso Matangkan Pilkades PAW 2026, Bupati Tekankan Kepastian Hukum dan Kualitas Kepemimpinan Desa

Baca Lainnya

Friday, 9 January 2026 - 21:12 WIB

Sambut HUT Partai ke-53, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Khotmil Qur’an dan Santunan Yatim Piatu

Tuesday, 6 January 2026 - 15:55 WIB

Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi Damai Soroti Konflik JCE–Blawan

Sunday, 4 January 2026 - 21:40 WIB

Penerbitan IUP Pertambangan Pasir Laut Jadi Rebutan KKP dengan ESDM, Owner Kabantara Grup Beberkan Penjelasannya

Saturday, 3 January 2026 - 12:24 WIB

Jalinan Harmoni Antar Umat Beragama, Satkoryon Banser Umbulsari PAM di Gereja Sidorejo

Wednesday, 31 December 2025 - 19:40 WIB

Menteri ESDM Sedang Prioritaskan IUP, Kabantara Grup Siap Kuasai Bauksit Indonesia

TERBARU

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto: Istimewa)

News

Pemotor di Jember Terlindas Saat Gagal Salip Dump Truk

Thursday, 15 Jan 2026 - 18:26 WIB