May Day, Mengenang Sejarah Hari Buruh dan Perjuangan Pekerja

Rabu, 1 Mei 2024 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar sumber Pixabay by admin sanjay_kj

Ilustrasi gambar sumber Pixabay by admin sanjay_kj

Frensia.id – Peringatan Hari Buruh atau atau yang dikenal dengan May Day selalu diperingati pada tanggal 1 Mei. Peringatan ini diadakan untuk mengenang peristiwa para pekerja dalam memperjuangankan haknya.

Hari Buruh atau May Day bermula dari peristiwa gerakan para pekerja pada tahun 1880-an di Amerika Serikat. Perjuangan buruh untuk memperoleh hak-hak dasar seperti jam kerja delapan jam dalam sehari.

Perjuangan para buruh ini mencapai puncaknya pada peristiwa yang dikenal dunia sebagai Kerusuhan Haymarket tepatnya pada tanggal 4 Mei 1886 di Chicago.

Dalam peristiwa gerakan buruh  tersebut ratusan ribu pekerja yang tergabung dalam gerakan serikat dengan tuntutan mendapatkan jam kerja yang lebih manusiawi.

Kendati demikian, aksi protes damai yang dilakakukan buruh ini berakhir tragis. Sebab dalam peristiwa tersebut terjadi ledakan bom dan tembakan, sehingga banyak korban yang meninggal baik dari pekerja buruh maupun polisi.

Baca Juga :  Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi

Pada dasarnya jam kerja buruh yang sekarang 8 jam sehari merupakan hasil dedikasi perjungan buruh di Amerika Serikat. Perjuangan para buruh dalam menuntut pengurangan jam kerja yang awalnya 10 bahkan sampai 16 jam sehari  menjadi 8 jam sehari dirasakan sampai sekarang.

Adapun hari buruh mulai diperingati sejak ditetapkan pada Konferensi Sosialis Internasional di Paris pada 1889, dalam konferensi tersebut ditetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan.

Sementara di Indonesia sendiri, Hari Buruh mulai diperingati sejak 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Tang Hwee di Semarang.

Meskipun telah diperingati sejal tahun 1918, hari buruh di Indonesisia sempat berhenti diperingati.  Hal ini dkarenakan terdapat gerakan aksi mogok kerja yang digelar pekerja kereta api. Sehingga imbas dari aksi tersebut, peringatan Hari Buruh di Indonesia dihapus pada tahun 1926.

Baca Juga :  Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

Setelah 20 tahun hari buruh tidak pernah diperingati di Indonesia, Pemerintah pada 1 Mei 1946 masa Kabinet Sjahrir, kembali memberikan izin untuk perayaan Hari Buruh di Indonesia.

Pada masa Orde Baru, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day sempat dilarang lagi. Tidak hanya sampai disitu, Pemerintah Orde Baru juga sempat mencoba menghapus istilah buruh menjadi karyawan.

Sehingga setelah reformasi, peringatan Hari Buruh Internasional kembali diizinkan oleh Presiden BJ. Habibie dengan melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh.

Kemudian terjadi peristiwa sejarah hari buruh penting di Indonesia, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional sejak 1 Mei 2013.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB