Mengesankan! Pemprov Jatim Jadi Pelopor Kuliah Gratis, Telah Diikuti Ribuan Mahasiswa

Monday, 14 April 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Mengesankan! Pemprov Jatim Jadi Pelopor Kuliah Gratis, Telah Diikuti Ribuan Mahasiswa  (Sumber: Istimewa)

Gambar Mengesankan! Pemprov Jatim Jadi Pelopor Kuliah Gratis, Telah Diikuti Ribuan Mahasiswa (Sumber: Istimewa)

Frensia.id Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan. Melalui program kuliah gratis yang dirancang dalam bentuk beasiswa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi pelopor program pendidikan tinggi tanpa biaya bagi warganya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Prof Abdul Halim Soebahar, menyebutkan bahwa program beasiswa ini telah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Imam Utomo. Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Soekarwo.

“Jadi, Pemprov Jawa Timur ini yang mempelopori beasiswa kuliah S1,” tegas Prof Halim.

Tidak berhenti di situ, saat tongkat kepemimpinan beralih ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa, program ini semakin diperluas cakupannya. Beasiswa tak hanya terbatas untuk program sarjana (S1), tetapi juga merambah hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

“Beasiswa kuliah tersebut bukan hanya terbatas S1, tetapi juga gratis kuliah S2 dan S3,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bank Jatim Kalisat Beroperasi Lagi, Hadirkan Aplikasi JConnect Versi Terbaru

Menurut Prof Halim, program ini juga menyasar mahasiswa yang menempuh pendidikan di Ma’had Aly atau perguruan tinggi berbasis pesantren. Bahkan mencakup jenjang Marhalah Ula yang setara S1 dan Marhalah Tsaniyah yang setara S2.

“Jadi, jumlahnya diperluas tidak hanya di level S1, tetapi hingga S2 dan S3,” tambahnya.

Yang membanggakan, Pemprov Jatim kini juga membuka peluang bagi para santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, tepatnya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Jadi, untuk merealisasi program tersebut, Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan 118 perguruan tinggi negeri dan swasta, Ma’had Aly dan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,” sambung Prof Halim.

Berdasarkan data terbaru, program ini telah memberikan manfaat kepada 5.683 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 123 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Mesir, sementara 130 lainnya tengah menempuh program doktoral.

Baca Juga :  Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan

“Yang kuliah di Mesir 123 mahasiswa, yang kuliah program doktor 130 mahasiswa, selainnya ada penerima manfaat bisa kuliah gratis di program S1, S2 dan Ma’had Aly,” katanya.

Untuk program S3, Pemprov Jatim menggandeng sembilan perguruan tinggi penyelenggara program doktoral, antara lain UINSA Surabaya, UIN SATU Tulungagung, UIN KHAS Jember, UNISMA Malang, UIN MALIKI Malang, UNMUH Malang, UCHAC Pacet Mojokerto, UNISDA Gontor, dan IAIN Kediri.

“Sebagaimana harapan Ibu Gubernur Khofifah, dengan adanya program yang digagas oleh Pemprov Jawa Timur tersebut, generasi muda Jawa Timur benar-benar siap dan menjadi pemimpin yang di masa yang akan datang,” tutup Prof Halim penuh optimisme.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan
Pemkab Jember Terima Transfer DAU dan DBH Rp223 Miliar, Gus Fawait akan Alokasikan untuk Infrastruktur Desa
Gus Fawait Berharap Angka Kemiskinan Turun Pasca Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disetujui DPRD Jember
Inspektorat Jember Telusuri Dugaan Kasus ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi
Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah
Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Baca Lainnya

Friday, 21 August 2026 - 19:16 WIB

Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Thursday, 20 August 2026 - 18:11 WIB

Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan

Thursday, 20 August 2026 - 18:00 WIB

Gus Fawait Berharap Angka Kemiskinan Turun Pasca Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disetujui DPRD Jember

Wednesday, 19 August 2026 - 17:27 WIB

Inspektorat Jember Telusuri Dugaan Kasus ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Wednesday, 19 August 2026 - 17:08 WIB

Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading