Menteri Agama Launching Kitab Tafsir Bercorak Teosofis, Diberi Judul Berdasarkan Nama Anak Ketiga

Monday, 30 June 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama RI, KH Nasarudin Umar (Sumber: Foto IG Nasarudin Umar)

Menteri Agama RI, KH Nasarudin Umar (Sumber: Foto IG Nasarudin Umar)

Frensia.id- Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar launching sebuah kitab tafsir berjudul “Tafsir Najda”, diambil dari nama anak ketiga, Andi Najda.
Hal tersebut sebagaimana ditegaskan kembali oleh Menteri Agama era Presiden Prabowo lewat unggahan akun instagramnya pada Minggu (29/06/25).
“Tadi malam, kami memperkenalkan sebuah karya yang telah lama kami simpan dalam perjalanan batin dan nalar sebuah Tafsir Teosofis”, ungkapnya.
Karya monumental ini pertama kali diperkenalkan di Majid Istiqlal Jakarta, pada Sabtu (28/06/25) dengan mengambil corak teosofis.
Tafsir bercorak teosofis adalah salah satu pendekatan yang digunakan dalam menggali makna Al-Qur’an dengan merujuk pada pengalaman mistis dan batiniah. Al-Qur’an tidak hanya difahami dari segi harfiahnya, tetapi juga dicari makna simbolis dan spiritual yang mendalam.
Sebelum tafsir ini diperkenalkan ke publik, KH. Nasaruddin Umar membutuhkan waktu yang cukup lama sampai akhirnya siap.
“Kurang lebih sepuluh tahun proses ini berlangsung sebuah ikhtiar kecil untuk menuangkan apa yang telah saya baca, renungkan, dan pelajari dari berbagai sumber lintas tradisi keilmuan”, jelas Imam Besar Masjid Istiqlal.
Lebih lanjut sosok ulama’ yang pernah menjabat sebagai anggota tim pensehat Indonesia-Inggris ini, menceritakan bahwa semuanya berangkat dari kegemaran menulis tentang topik-topik spiritual.
“Saya dan tim mencoba menjembatani dua arus besar dalam khazanah Islam filsafat dan tasawuf.
Bagi kami, keduanya bukanlah hal yang harus dipertentangkan. Justru, keduanya saling mengisi dan melengkapi,” ungkapnya.
Setelah karya besarnya ini rampung, KH Nasarudin Umar memilih sebuah nama yang cukup menarik dan tidak asing, yaitu dari nama anak kandungnya sendiri.
Lebih-lebih menurutnya judul yang digunakan sangat personal, karena berasal dari nama anak ketiga, Andi Najda. Baginya nama tersebut menjadi pengingat bahwa setiap upaya intelektual dan spiritual, pada akhirnya adalah juga warisan cinta untuk generasi yang akan datang.
Dalam konteks ini, KH Nasarudin Umar mencoba untuk tidak memisahkan antara buah hati dengan buah pikir. Keduanya merupakan bagian penting dalam hidupnya, yang ia delegasikan sebagai warisan bagi umat.

Baca Juga :  Bupati Fawait Ajak Petani Kumpul Pastikan Bantuan Pertanian Tak Salah Arah
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Diduga Ada Kriminalisasi Advokat, FKA Datangi Mapolres Jember
Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwang Bersatu Dukung Rekomendasi Partai
Ibu di Jember Diduga Aniaya Bayinya Hingga Tewas
Ana Aniaty Pimpin DPC PDI Perjuangan Banyuwangi! 3 Perempuan Pejuang Jadi KSB
Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kebun Tebu
KAI Jember Siapkan 144 Ribu Tiket untuk Libur Nataru, Ada Diskon 30%!
Demi Pendidikan Politik Kaum Muda, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Kongkow Pemuda
Pemkab Jember Sebut Perumahan di Jember Banjir Akibat Hak Sungai Dirampas

Baca Lainnya

Friday, 26 December 2025 - 19:44 WIB

Diduga Ada Kriminalisasi Advokat, FKA Datangi Mapolres Jember

Thursday, 25 December 2025 - 15:38 WIB

Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwang Bersatu Dukung Rekomendasi Partai

Monday, 22 December 2025 - 16:16 WIB

Ibu di Jember Diduga Aniaya Bayinya Hingga Tewas

Monday, 22 December 2025 - 09:33 WIB

Ana Aniaty Pimpin DPC PDI Perjuangan Banyuwangi! 3 Perempuan Pejuang Jadi KSB

Sunday, 21 December 2025 - 18:15 WIB

Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kebun Tebu

TERBARU

FKA saat di depan Mapolres Jember (Foto: Istimewa).

Regionalia

Diduga Ada Kriminalisasi Advokat, FKA Datangi Mapolres Jember

Friday, 26 Dec 2025 - 19:44 WIB

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia (Sumber: Grafis Arif)

Destinia

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Thursday, 25 Dec 2025 - 22:26 WIB

Gambar Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU (Sumber: NUonline)

Politia

Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU

Thursday, 25 Dec 2025 - 21:05 WIB