Mini Bus dan Motor, Dua Kendaraan Paling Diminati di Situbondo

Tuesday, 30 January 2024 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor; Mashur Imam, Sumber; Pixabay dan pngtree

Editor; Mashur Imam, Sumber; Pixabay dan pngtree

Frensia.Id. Alat transportasi saat ini seakan-akan menjadi kebutuhan primer. Apalagi pembanbunan transportasi saat sudah digalakkan hingga ke daerah terpencil sekalipun. Kondisi yang juga mendorong industri otomotif berkembang pesat. Sebab permintaan masyarakat terus berkembang dari tahun ke tahun. Tak terkecuali di Masyarakat Situbondo. Berdasarkan data kendaraan bermotor yang telah terdaftar, ada beberapa kendaraan yang jumlahnya mendominasi.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik dalam “Kabupaten Situbondo dalam Angka tahun 2023”, beberapa kendaraan yang mendominasi adalah sebagaimana berikut ini;

  1. Motor 50 CC ke atas

Motor 50 CC ke atas memang paling diminat semua dearah. Setiap keluarga saat ini, sepertinya aneh ketika tidak memiliki sepeda. Begitupun di Situbondo. Bahkan angkanya sangat fantastis. Dari total kendaraan yang terdaftar, 8.880, ada 80% jenisnya adalah motor.

Baca Juga :  Harga Kedelai dan Plastik Naik Bersamaan, Perajin Tempe di Rambipuji Jember Kurangi Ukuran Produk

Tentu motor yang 50 CC ke atas. Sebab, saat ini nyaris tidak ada motor yang di bawah ukuran tersebut. Jumlah total motor yang terdaftar di kabupaten Situbondo adalah 7.199. 53 buah terdaftar sebagai miliki pemerintah, sedangkan sisanya, 7.146 adalah milik perorangan.

  1. Mini Bus

Hal ini yang unik, ternyata masyarakat Situbondo banyak yang lebih memilih punya minibus dari pada sedan atau jenis yang lain. Dilansir oleh Tirto, bahwa Mini Bus merupakan jenis bus kecil berkapasitas maksimal 20 penumpang. Beberapa contohnya, Suzuki APV, Granmax, Hiundai H1 dan lain sebagainya. Beberapa mobil ini dalam data statistik yang banyak dimiliki oleh masyarakat di kota santri, entah apa sebabnya?

Baca Juga :  Pemotor Terlempar-Terlindas Truk Setelah Tabrak Minibus, 2 Orang Tewas

Jumlahnya 13% dari total seluruh kendaraan yang terdaftar. Ini tentu angka yang besar dibanding dengan jenis mobil lain tidak sampai satu persen. Truk yang terlihat banyak di Kabupaten Situbondo, jumlah kecil, yakni hanya 3%. Jumlah truk hanya 235 buah. Sedangkan mini bus mencapai 1.183 buah.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
Muskab VII IPSI Banyuwangi Berlangsung Demokratis, Gus Syifa Terpilih Sebagai Ketua Baru
Rayakan Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Bagikan Ribuan Daging Kurban Ke Tukang Becak Hingga UMKM
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Juga Serahkan Hewan Kurban Ke Panti Asuhan Mutiara Insan
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serahkan Hewan Kurban ke Ponpes dan Masjid
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Baca Lainnya

Friday, 5 June 2026 - 12:24 WIB

Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 1 June 2026 - 20:25 WIB

Muskab VII IPSI Banyuwangi Berlangsung Demokratis, Gus Syifa Terpilih Sebagai Ketua Baru

Monday, 1 June 2026 - 19:05 WIB

Rayakan Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan

Thursday, 28 May 2026 - 21:30 WIB

DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Bagikan Ribuan Daging Kurban Ke Tukang Becak Hingga UMKM

TERBARU

Pihak kepolisian saat mengamankan pelaku yang membacok karyawan provider wifi (Foto: Istimewa).

Criminalia

Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi

Friday, 5 Jun 2026 - 16:20 WIB

Gambar Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 lebih (Sumber:Grafis Canva)

Economia

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Thursday, 4 Jun 2026 - 10:36 WIB