Frensia.id – Mommy Brain sebagai sebuah kondisi yang sering disematkan pada seorang ibu pasca melahirkan telah menjadi fenomena yang luas dalam masyarakat, terutama di kalangan pegiat parenting dan wanita yang baru menjadi seorang Ibu.
Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kehilangan memori dan kabut mental yang dialami oleh banyak wanita hamil dan pascapersalinan.
Meskipun hingga 80% wanita hamil melaporkan mengalami beberapa derajat kehilangan memori subjektif, pandangan bahwa motherhood identik dengan defisit memori tidak sepenuhnya akurat.
Namun, istilah ini telah menjadi subjek perdebatan di kalangan ilmuwan dan psikolog. Clare McCormack, Bridget L. Callaghan, dan Jodi L. Pawluski, PhD, HDR, dalam penelitian mereka, menunjukkan bahwa istilah “mommy brain” tidak lagi cukup akurat untuk menggambarkan kompleksitas perubahan otak yang dialami oleh ibu setelah melahirkan.
Dalam penelitian yang terbit dalam Jurnal JAMA Neurolgy, Vol. 8, N0. 4, 2023 dengan judul, It’s Time to Rebrand “Mommy Brain” itu menunjukkan bahwa kehamilan dan persalinan dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak wanita.
Perubahan ini tidak hanya terbatas pada penyusutan materi abu-abu, tetapi juga termasuk peningkatan di beberapa area otak lainnya yang terkait dengan kemampuan sosial dan empati.
Kendati istilah “mommy brain” sering digunakan untuk menggambarkan kecenderungan lupa dan kehilangan fokus. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan otak ini sebenarnya meningkatkan kemampuan ibu baru dalam beberapa aspek.
Misalnya, peningkatan di korteks prefrontal dapat membantu ibu merencanakan dan mengatur emosi dengan lebih baik, sedangkan peningkatan di parietal lobus dapat meningkatkan kemampuan empati terhadap bayi.
McCormack, Callaghan, dan Pawluski menyarankan bahwa istilah “mommy brain” perlu direbranding untuk mencerminkan kompleksitas perubahan otak yang dialami oleh ibu setelah melahirkan.
Mereka mengusulkan istilah yang lebih akurat dan tidak mengandung stigma, seperti “maternal cognitive adaptations” atau “postpartum cognitive changes.” (perubahan kognitif atau kecerdasan pasca persalinan).
Dengan demikian, kita dapat lebih memahami bahwa perubahan otak ini bukanlah kelemahan, tetapi bagian dari proses adaptasi yang alami dalam menjadi ibu. Oleh karena itu, perluasan istilah dan pemahaman yang lebih akurat tentang perubahan otak ini dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan dukungan bagi perempuan yang baru menjadi seorang Ibu.