Nabi Sebagai Teladan Kesabaran

Senin, 16 September 2024 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Kesabaran, sebuah kata yang sering kali hanya nempel di bibir dan jadi bahan pembicaraan, namun begitu lekat dalam diri Nabi Muhammad saw. Sehingga obrolan tentang Nabi tidak mungkin terlepas dari kesabaran.

Nabi di kenal dengan teladan yang sabar, meski berbagai ujian berat menghampiri setiap fase hidupnya. Ujian yang tidak biasa dan mungkin sangat sulit dijalani oleh kebanyakan manusia. Sifat mulia inilah yang menjadikan Nabi sebagai sosok teladan agung bagi umat Islam dan seluruh manusia.

Nabi tidak hanya hanya menghadapi ujian berupa tantangan dari musuh-musuh Islam, tetapi ujian di keluarga dan orang-orang terdekat. Fase awal penyebaran Islam, Nabi harus menghadapi perlakuan kasar, cemoohan dan ejekan dari masyarakat Quraisy Mekkah yang menentang ajaran tauhid.

Nabi dihina, dicaci, diusir , bahkan dilempari batu dan kotoran. Tekanan serta penolakan ini, tidak direspon dengan marah apalagi rasa dendam. Malah sebaliknya, Nabi bersikap tenang dan terus meneruskan risalahnya dengan penuh kesabaran.

Contoh konkret dari kesabaran Nabi dapat dilihat saat menyampaikan dakwah risalahnya di Thaif. Saat Nabi mengajak kepada kebenaran, tetapi yang beliau terima justru hinaan dan kekerasan. Batu demi batu melayang dilemparkan kepadanya, hingga nabi terluka. Bisa dibayangkan betapa sakit dan pedihnya beliau.

Tapi, lihat apa yang keluar dari lisan mulya Nabi? Sumpah serapah, kata-kata dendam, atau melaknat mereka ? Tidak, Melainkan doa. Doa agar mereka diberi petunjuk. Padahal saat itu Malaikat siap ‘turun tangan’ membalas perbutan mereka, andai nabi berkenan. Namun kesabaran Nabi melebihi itu semua.

Di sinilah pelajaran amat berharga, kesabaran Nabi Muhammad saw bukan kesabaran yang Pasif. Kesabarannya adalah kesabaran yang aktif, sebuah sikap yang lebih memahami, memaafkan dan merangkul. Berbeda dengan kebanyakan orang yang justru memilih marah, kecewa bahkan balas dendam, Nabi justru tidak membalasnya.

Baca Juga :  Ramadhan, Kebodohan, dan Kepalsuan

Nabi menuturkan melalui perilakunya bahwa kobaran api tidak akan padam jika dibalas dengan percikan api. Begitu pula badai tidak perlu dilawan dengan badai yang lebih besar, melainkan dengan kelembutan dan doa

Sering kali terdengar dan jadi bahan pembicaraan bahwa kesabaran adalah menahan diri agar tidak marah, bertindak impulsif atau berkata kasar. Tetapi, kesabaran Nabi Muhammad lebih dari itu, yakni kesabaran yang mengubah.

Kesabaran yang merangkul kebodohan, kekacauan dan kedzaliman serta mengubahnya menjadi peluang untuk kebaikan. Kesabaran yang tidak tunduk pada realitas pahit, namun dipandang sebagai jalan untuk mendidik dunia mengenai cinta dan kasih sayang.

Contoh lain, sering terdengar dan mashur di masyarakat, ketika seseorang yang terkenal julit dan mengganggu, orang ini tidak hanya mencaci tapi meludahi Nabi. Saat ia tidak muncul beberapa hari dan terdengar informasi ia sakit, Nabi tidak bersyukur gembira kegirangan.

Sebaliknya, Nabi adalah orang pertama membesuknya, ikut bersedih, menanyakan kabarnya dan menawarkan bantuan. Merespon kebencian dengan kebaikan, itulah dahsyatnya kesabaran Nabi.

Dari kehidupan pribadinya, kesabaran Nabi terlihat ketika beliau kehilangan orang-orang dicintainya. Khadijah, Istinya yang setia dan pamannya Abu Thalib, dua sosok terdekat yang selalu mendukungnya, wafat dalam kurung waktu yang berdekatan.

Hingga dalam literatur sejarah tahun itu disebut sebagai Amul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Nabi Muhammad saw. Nabi jelas merasakan kesedihan yang mendalam, tetapi apakah Nabi putus asa? jelas tidak.

Nabi menghadapi kehilangan orang-orang yang amat dicintainya dengan kesabaran. Dengan keyakinan yang bulat, bahwa rencana Allah selalu yang terbaik, meskipun dalam kelopak mata manusia pahit dan sulit dipahami.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kesabaran Nabi adalah Contoh nyata bagaimana beliau mendidik umatnya untuk menerima takdir dengan lapang dada. Ini mencerminkan sikap pasrah Penuh terhadap ketentuan Allah, menunjukkan ketenangan dan kepasrahan adalah bagian dari iman yang sesungguhnya.

Tidak hanya dalam kesedihan, kesabaran Nabi juga tampak saat menolah tawaran, kekuasan, harta dan kedudukan tinggi. Godaan ini harus diakui adalah ajakan yang sulit ditolak. Siapa yang tidak ingin punya kekuasaan, harta, privilege? Bukankah kebanyakan orang mengincarnya? mulai dengan cara benar hingga menabrak etika dan moral.

Tetapi, Nabi tidak. Nabi bukan seperti kebanyakan orang yang silau dan tergiur dengan hal-hal begituan. Tanpa ragu, Nabi menolak dengan tegas dan setia pada misinya, menyebarkan ajaran Islam, kebenaran, kedamaian, meskipun Nabi sadar dengan konsekuensi pahit yang akan diterimanya. Kesabaran Nabi di hadapan kekuasaan dan kemilau harta adalah sebuah bentuk keteguhan yang langka.

Apalagi sudah jelas konsekuensi pilu yang dihadapinya, bahwa menolaknya berarti harus berjuang lebih keras, berpapasan dengan lebih banyak tantangan. Bahkan kehilangan ketenangan dan kenyamanan hidup. Tapi, Nabi tidak memikirkan kepiluan itu. Nabi memikirkan bagaimana menjaga keutuhan prinsip dan keyakinan yang dipegangnya, tanpa mengadaikan integritas dirinya.

Nabi mengajarkan bahwa kesabaran adalah menjaga dan mempertahankan yang benar, meskipun dihadapkan dengan tantangan dan cobaan. Di tengah gemerlapnya dunia modern saat ini, penting menggaris bawahi kesabaran Nabi bukan soal menahan amarah atau kesedihan. Tetapi sabar atas godaan untuk tidak mengambil jalan pintas tanpa sebuah proses yang benar, disaat jalan yang prosedural terasa terlalu berat. *

*Moh. Wasik

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB