Pada Jumat Agung, Ramai Komik Unik Yang Sebenarnya Telah Dipamerkan Tahun 2023 Silam, Berisi Tentang Salib Santri

Saturday, 30 March 2024 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Perayaan Jumat agung kemarin, adalah hari yang sakral dan penuh reflektif bagi Ummat Kristiani. Di hari itu Isa Al Masih berkorban untuk harapan baik Ummatnya.

Umumnya Jumat Agung bagi kristiani, dirayakan dengan memperingati perjuangan Yesus. Hari untuk mengingat belas kasih dan cinta Tuhan pada Ummat manusia.

Uniknya, kemarin saat semua Ummat Kritiani merayakan Jumat Agung, Warganet ramai berbicara komik santri unik yang sebenarnya telah dipamerkan 2023 kemarin.

Lukisan diposting oleh akun X dan facebokk, @gumpnhell. Ia beri judul postingannya dengan “Salib Santri”.

Komik ini bagian dari Pameran Seni Rupa Mahrojan dalam rangka perayaan Hari Santri di Semarang Contemporary Art Gallery, Kota Lama Semarang, 14-22 Oktober 2023“, catatnya di akun X.

Frensia.id mengamati bahwa komik tersebut ternyata terdiri dari tiga slide gambar. 

Baca Juga :  "Falaisa 'Indahu Fulus Fahuwa Mamfus", Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul

Gambar pertama memperlihatkan atau memberikan kesan Isa Al Masih sedang berjuang di Salibnya. Ada seekor burung di salib tersebut. 

Gambar kedua memperlihatkan Yesus terkejur melihat tiga santri di depannya. Satu orang memakai kopyah hitam dan dua orang memakai kopyah putih. Burung yang awal hinggap di salib, lalu terbang menjauh.

Slide gambar ketiga menceritakan bahwa para santri tadi ternyata berjuang menggotong salib tersebut ke gereja yang lagi dibangun oleh Ummat Kritiani. Uniknya, di langit ada gambar dua orang saling tertawa dan menyangi dengan penuh kasih.

Kedua tokoh tersebut, tampaknya adalah KH. Abdurrahman Wahid dan Romo Mangun. Dua tokoh ini mewakili agamanya masing-masing dalam berbicara toleransi dan perdamain dalam perbedaan.

Jadi, komik ini secara keseluruhan tampak menunjukkan adanya toleransi yang kuat antara agama Islam dan Kristen. Bisa saja, demikian yang membuat komik ini ramai diperbincangan sejak Jumat Agung Kemarin.

Baca Juga :  SMP di Jember Liburkan Siswa Gegara Gedung Terendam Banjir

Usut punya usut, ternya komik yang diposting oleh @gumpnhell merupakan satu dari sekian karya seni yang ada dalam Pameran Seni Rupa Mahrojan di Semarang Contemporary Art Gallery dan di Taman Srigunting kawasan Kota Lama Semarang, 14-22 Oktober 2023.

Dilansir dari NU Online, acara pameran tempat komik awal diperkenalkan adalah diselenggarakan atas inisiatif KH Ahmad Mustofa Bisri. Yang demikian dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Santri pada tahun 2023.

Sebenarnya, bukan hanya komik di atas tadi. Pada acara tersebut, juga dipamekan berbagai bentuk seni budaya yang ditampilkan oleh para santri. Teermasuk diantaranya ada seni rupa, tari, sastra, musik, dan multimedia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Menarik! Riset Prof Joni Aasi, Direktur UNESCO, Tentang Kerusakan Akibat Bom di Gaza
CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya
Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers
Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi
Dispendik Jember Lakukan Trauma Healing di SDN 02 Jelbuk Usai Insiden Guru Over Reaktif
Oknum Guru SD di Jelbuk Jember Telanjangi Murid Gegara Hilang Uang, Dispendik Tarik Pelaku dari Sekolah

Baca Lainnya

Saturday, 14 February 2026 - 01:53 WIB

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Wednesday, 11 February 2026 - 15:57 WIB

CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya

Tuesday, 10 February 2026 - 18:34 WIB

Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers

Tuesday, 10 February 2026 - 18:15 WIB

Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi

TERBARU