Frensia.id – Hujan deras akibatkan sejumlah wilayah di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat terendam banjir (7/3/2024).
Hujan deras tersebut diketahui telah mengguyur Kota Padang mulai Kamis sore, hingga akibatkan beberapa pohon tumbang menutup jalan dan banjir semakin menjadi.
Luapan air yang melebihi 1 meter tersebut juga menyebabkan warga Kota Padang terjebak di dalam rumah. Tim SAR telah turun tangan, serta pihak kepolisian pun siapkan ratuasan personel siaga evakuasi para korban banjir.
Beberapa liputan juga mengabarkan bahwa banjir tersebut telah melanda Kecamatan Lubuk Kilangan, Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung, dan Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh, dan Kono Tengah.
Intensitas hujan yang tinggi selama kurang lebih 4 jam tersebut benar-benar membuat warga kalang-kabut. Terutama daerah Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Begalung yang juga terjadi longsor.
TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) yang masuk dalam tim gabungan ini saling berbondongan untuk mengevakuasi warga dengan perahu karet.
Salah satu korban adalah keluarga yang memiliki seorang bayi, dan memilih berlindung di atas genting rumah, hingga berhasil dibawa ke tempat evakuasi yang lebih aman.
Lebih parah juga, banjir yang melanda Kelurahan Limau Manis Selatan di kawasan Pondok Permai menggerus bangunan rumah milik seorang warga sekitar, hingga hanyut terbawa arus banjir yang begitu kencang.
Malam hari itupula Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, yang diwakili oleh Kapolresta Kombes Ferry Harahap menyatakan sikap untuk mentiapkan 200 personel siap turun tangan.
Demi mempermudah proses evakuasi, pihak kepolisian juga sediakan pelampung, perahu karet, dan alat bantu lainnya dalam jumlah yang banyak.
Ekos Albar, Wakil Wali Kota Padang pun juga ikut menanggapi bahwa pemerintah daerah setempat hingga hari ini masih mampu untuk menyisir wilayah terdampak. Baginya, forkompimda masih sanggup menanggulangi banjir.
Pejabat tersebut juga banyak menghimbau kepada warga agar tidak panik dan tetap warspada. Setiap warga yang membutuhkan bantuan khusus juga dapat mengirim lapran ke Padang Command Center dengan nomor darurat 112.
Himbauan pemerintah daerah tersebut, juga berisikan permintaan kepada aparat keamanan untuk waspada terhadap pihak yang memanfaatkan bencana ini sebagai kesempatan melaukan tindak kriminal, entah pencurian maupun kejahatan lainnya.
Hingga saat ini, belum ada data resmi yang berisikan jumlah korban terdampak dan jumlah korban jiawa. Masjid dan tempat kondusif lainnya menjadi pelarian warga terdampak.
Para korban tersebut juga menantikan bantuan berupa baju kering, selimut, makanan, dan beberapa perlengkapan serta kebutuhan bayi. (*)