Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Segera Dimulai, Kemenag Naikkan Tunjangan Profesi Guru

Saturday, 4 January 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Segera Dimulai, Kemenag Naikkan Tunjangan Profesi Guru (Sumber: kemenag.go.id)

Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Segera Dimulai, Kemenag Naikkan Tunjangan Profesi Guru (Sumber: kemenag.go.id)

Frensia.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan akan segera dimulai pada 1 Maret 2025.

Program ini bertujuan menyelesaikan sertifikasi bagi guru madrasah dan guru agama di sekolah umum hingga akhir 2026. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus kesejahteraan para guru.

Selain itu, melalui laman resminya, Kemenag juga memberikan kabar baik bagi guru non-ASN yang telah tersertifikasi. Tunjangan Profesi Guru (TPG) mereka akan dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sedangkan guru ASN tetap akan menerima TPG setara satu kali gaji pokok sesuai regulasi yang berlaku.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, “PPG Dalam Jabatan adalah solusi strategis dalam mengatasi kesenjangan sertifikasi guru di lingkungan Kementerian Agama. Dengan pendekatan yang lebih efisien dan terstruktur, kami yakin kualitas pendidikan madrasah dan pendidikan agama di sekolah umum akan semakin meningkat,” ujar Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu, Jumat (3/1).

Baca Juga :  Kata Prof Eddy Hiariej, Konsep Kejahatan Seksual Tiap Negara Berbeda

Data Kemenag menunjukkan, sebanyak 620.716 guru di bawah binaan Kemenag belum memiliki sertifikasi pendidik.

Rinciannya mencakup: Guru Madrasah: 484.678; Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum: 95.367; Guru agama Kristen: 29.002; Guru agama Katolik: 11.115; Guru agama Hindu: 494; Guru agama Buddha: 689; Guru agama Konghucu: 176

Wakil Menteri Agama, HM Romo Syafii, menegaskan bahwa pihaknya menargetkan program ini selesai dalam waktu dua tahun. “Penyelesaian sertifikasi guru di bawah Kemenag melalui PPG Dalam Jabatan akan diselesaikan dalam dua tahun. Semua harus selesai. Saya minta setiap satuan kerja bekerja cepat, taktis, dan sungguh-sungguh,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Baca Juga :  Mimbar Demokrasi Tolak Pilkada Melalui DPRD, Sebut Demokrasi Semakin Mundur dan Perkuat Oligarki

“Anggaran pengadaan laptop perlu dirasionalisasi, seremonial harus kita tekan dulu. Saya minta semua pihak mendukung program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” tambah Romo Syafii.

Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan akan dilakukan di 56 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara serentak. Program ini berlangsung selama 45 hari untuk setiap angkatan, dengan total lima angkatan hingga akhir 2026. Sistem seleksi berbasis data akan diterapkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Romo Syafii juga menyampaikan bahwa pola PPG Dalam Jabatan akan disesuaikan dengan metode transformasi yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk penggunaan Learning Management System (LMS) untuk pendampingan.

Kemenag berharap seluruh guru binaannya memiliki sertifikat pendidik pada akhir 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG
Di Harlah Nurul Jadid, KH. Ghofur Maimoen: Imam Syafi’i Jadi Mazhab Besar, Karna Memahami Santri-santrinya
“Falaisa ‘Indahu Fulus Fahuwa Mamfus”, Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul
Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara
Mimbar Demokrasi Tolak Pilkada Melalui DPRD, Sebut Demokrasi Semakin Mundur dan Perkuat Oligarki
Keren! UNIKHAMS Gelar International Conference On Education and Society (ICESY) 2026 di Taiwan
Kata Prof Eddy Hiariej, Konsep Kejahatan Seksual Tiap Negara Berbeda
Lulus Doktoral UIN KHAS, Warek I IAI Syaichona Mohammad Cholil Bongkar Perlawanan Ekonomi Khas Nyai Pesantren

Baca Lainnya

Tuesday, 20 January 2026 - 17:55 WIB

Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG

Monday, 19 January 2026 - 13:00 WIB

Di Harlah Nurul Jadid, KH. Ghofur Maimoen: Imam Syafi’i Jadi Mazhab Besar, Karna Memahami Santri-santrinya

Monday, 19 January 2026 - 10:39 WIB

“Falaisa ‘Indahu Fulus Fahuwa Mamfus”, Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul

Thursday, 15 January 2026 - 20:33 WIB

Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara

Thursday, 15 January 2026 - 20:07 WIB

Mimbar Demokrasi Tolak Pilkada Melalui DPRD, Sebut Demokrasi Semakin Mundur dan Perkuat Oligarki

TERBARU

Foto: Istimewa.

News

16 Wilayah Kabupaten Jember Diterjang Banjir, 2 Titik Longsor

Wednesday, 28 Jan 2026 - 23:07 WIB

Genangan air membanjiri di salah satu wilayah depan rumah warga Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Banjir di Jember Sasar Rumah Warga dan Sebabkan Motor Mogok

Wednesday, 28 Jan 2026 - 19:30 WIB

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto:Istimewa).

Criminalia

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:37 WIB

Foto: Istimewa.

Criminalia

Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:31 WIB