Pendidikan Hadhari, Jalan Kemajuan Berbangsa

Sabtu, 1 Juni 2024 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Pendidikan Hadhari, Jalan Kemajuan Berbangsa (Imam's Grafis)

Gambar Pendidikan Hadhari, Jalan Kemajuan Berbangsa (Imam's Grafis)

Frensia.id- Bangsa yang maju adalah bangsa yang berperadaban. Sedangkan peradaban hanya dapat dikembangkan oleh gairah dan orientasi pengembangan pendidikannya. Pada titik ini, proses pendidikan merupakan elemen strategis memajukan bangsa.

Pendidikan peradaban, atau Hadhari, adalah konsep yang penting dalam membangun masyarakat yang maju, beradab, dan beretika. Sebuah strategi untuk mengembangkan orientasi pendidikan agar tidak lagi sekedar sebagai proses transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis. Akan tetapi, juga sebagai upaya pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan pemahaman budaya.

Elemen Pendidikan Hadhari

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai elemen strategis penting guna memajukan bangsa. Pertama, upaya membentuk karakter dan moral. Pendidikan peradaban membantu pembentukan karakter individu yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab.

Masyarakat yang maju tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral warganya. Pendidikan yang hanya berorientasi pada penguatan teknologi dan ekonomi hanya mengantarkan pada keterpenuhan materi.

Prof. Abd Rachman Assegaf mengurai pendidikan hadhari berbasis pada proses investasi human resources. Dikatakan juga bahwa upaya tersebut dilakukan tanpa mengesampingkan internalisasi nilai. Dua proses demikian tentu melahirkan karakter dan moral luhur.

Kedua, upaya membentuk budaya toleransi. Melalui pendidikan peradaban, setiap individu diajarkan untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya. Hadhari  dibangun atas dialog ragam ide, latar belakang suku, etnis dan lain semacamnya.

Baca Juga :  Menyoal Polemik Pencatatan Perkawinan

Sebagaimana dijelaskan Prof. Abd Rachman Assegaf bahwa konsepsi dasar dari pendidikan hadhari adalah mendialogkan hadarah al-nash, hadharah al-falsafah, dan hadharah al- ‘ilm. Kedua komponen. Pada sisi ini, pendidikan Hadhari  dapat menjadi jalan menciptakan masyarakat inklusif dan toleran, di mana konflik dan diskriminasi diminimalkan.

Ketiga, pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Pendidikan peradaban menekankan pada pentingnya hidup berkelanjutan dan menghormati lingkungan. Pemahaman tentang tidak melulu tentang interaksi sesama manusia, namun juga mereka dengan lingkungannya. Pada titik demikian, penekanan pendidikan beperadaban juga menguatkan kesadaran lingkungan. Dengan kata lain, berupaya melakukan hadharah al-’ilm yang memadukan kesadaran ilmu pada kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Kesadaran tersebut meliputi seluruh pengetahuan tentang cara-cara melindungi alam dan mengembangkan ekonomi yang ramah lingkungan. Wujud akhirnya adalah menyediakan generasi mendatang agar dapat menikmati sumber daya yang sama seperti generasi sekarang.

Keempat, penguatan keterampilan emosional dan sosial. Selain keterampilan teknis, pendidikan peradaban juga menekankan pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Terbentuknya kesadaran sosial selalu lahir dari keterampilan mengelola emosional.

Setidaknya kesadaran emosi dapat stabil dengan mengupayakan optimalisasi komunikasi hablum minallah dan dalam meningkatkan keluhuran hablumminnass. Dengan kata lain, penghubungan emosional yang stabil karena nilai agama terus bersesuai dengan kuatnya talian kemanusian.

Titik akhirnya, pendidikan Hadhari berupaya menghasilkan keterampilan dalam mengelola emosi dan sekaligus menguatkan kemampuan berkomunikasi sosial, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan konflik secara damai. Keterampilan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dalam dunia kerja.

Baca Juga :  Evaluasi Flyer Pemerintah di Website Media: Menimbang Maslahat dan Mafsadat dalam Komunikasi Publik

Pendidikan Hadhari  Sebagai Jalan Kemajuan

Pendidikan peradaban dapat menjadi fondasi untuk membangun bangsa yang kuat dan kompetitif di kancah global. Jika pendidikan Hadhari  terselenggara dengan baik, maka kekuatan nilai, norma, sosial budaya bahkan ekonomi juga akan baik. Jika seluruh elemen ini telah baik, kesejahteraan masyarakat akan tercapai. Jika kesejahteraan masyarakat tercapai, itu artinya kemajuan bangsa telah tercapai.

Berbasis pada orientasi dan kepentingan yang urgen demikian, penulis menekankan bahwa bangsa yang menghargai pendidikan peradaban akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bijaksana dan masyarakat yang inovatif. Bukan hanya dapat menciptakan individu terampil dan berpengetahuan luas, tetapi juga yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.

Pendidikan peradaban adalah investasi jangka panjang akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia. Jadi, pendidikan Hadhari  adalah kunci tercapainya kualitas kebangsaan yang kuat dalam kontestasi global dewasa ini.

  • Penulis adalah Ketua Lakpesdam PCNU Jember dan Dosen FTIK Universitas Islam Negeri Kiai Ahmad Shiddiq Jember
  • Artikel ini merupakan pendapat pribadi dari penulis opini, Redaksi Frensia.id tidak bertanggungjawab atas komplain apapun dari tulisan ini.
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan
Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Karpet Merah untuk TNI, Kuburan bagi Reformasi
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Negara atau Rentenir? STNK Mati, Motor Ikut Pergi
Evaluasi Flyer Pemerintah di Website Media: Menimbang Maslahat dan Mafsadat dalam Komunikasi Publik
Menjaga Alam, Merawat Kehidupan
Koalisi Permanen, Jalan Terjal Demokrasi

Baca Lainnya

Rabu, 2 April 2025 - 13:20 WIB

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Jumat, 21 Maret 2025 - 23:34 WIB

Karpet Merah untuk TNI, Kuburan bagi Reformasi

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Rabu, 19 Maret 2025 - 05:57 WIB

Negara atau Rentenir? STNK Mati, Motor Ikut Pergi

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB