Menjinakkan Keliaran

Saturday, 12 July 2025 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Balad Group, Khalilur R Abdullah Sahlawy (kanan) (Sumber foto: istimewa)

Owner Balad Group, Khalilur R Abdullah Sahlawy (kanan) (Sumber foto: istimewa)

Frensia.Id- Di usaha perikanan budidaya, saya meneguhkan tekad untuk berbudidaya besar-besaran terutama di ikan yang bernilai mahal. Saya menolak untuk terjun ke usaha perikanan tangkap.

Saya memutuskan fokus ke perikanan budidaya, memasang keramba di laut dan menata alam laut. Perjalanan saya ke Singapura kali ini merubah paradigma berfikir saya tentang konsep usaha di laut.

Pertama usaha perikanan budidaya bisa dilakukan besar-besaran. Kedua sambil berbudidaya selaras berjalan dengan usaha ikan tangkap tanpa merusak habitat laut.

Seorang pengusaha Singapura yang memiliki bisnis perikanan nudidaya di Bali Indonesia serta menjalankan usaha ikan tangkap dari Bali dan Batam yang menggugah, dan kemudian mengubah paradigma berfikir saya.

Saya tidak perlu menyebutkan namanya, dia Warga asli Singapura dengan darah campuran Melayu, Vietnam, China, dan India. Dia sudah lama berbisnis perikanan budidaya dan perikanan tangkap di Indonesia, tepatnya di Bali dan Batam.

Kemarin sore bertempat di Cafe Ginger Lily lantai 5 Hilton Singapore Orchard, kami berbincang panjang tentang betapa hebatnya perikanan Indonesia menghidupi dan hadir di meja-meja makan ratusan juta rumah serta restoran di seluruh dunia, Amerika, Eropa, serta Asia.

Mendengarkan cerita itu saya semakin bahagia dan bangga menjadi Indonesia.

Mas Lilur, kalau mengandalkan budidaya memang bagus untuk menata dan mengatur volume transaksi serta menjaga kelestarian, tapi berbisnis ikan tangkap juga tidak merusak lingkungan.

Saya bersedia membantu menjualkan lobster Mas Lilur baik hasil budidaya dan hasil tangkap, begitu juga saya bersedia membeli dan atau menjualkan kepiting bakau, ikan sunu, ikan kerapu budidaya maupun tangkap.

Silahkan Mas Lilur lihat budidaya perikanan saya di Bali, mari kita bekerjasama, saya juga sedang menyiapkan perusahaan perikanan saya untuk IPO di bursa Singapura, saya berharap bisa bekerjasama dengan Mas Lilur.

Dua jam kami berbincang, lalu kami sudahi perbincangan kami dengan satu kesepakatan. Saya akan survei lokasi perikanan budidayanya pada medio Agustus di Bali bersama dia setelah dia pulang dari Belanda dan saya kembali dari Afrika.

Kami berkomitmen dengan satu hal, dia bersedia membeli dan atau menjualkan dalam bingkai kerjasama ikan tangkap yang akan segera saya lakukan.

Kemarin sore di Singapura, saya membuat satu keputusan, memulai ekspor perikanan tangkap.

Semoga Bandar Laut Dunia Grup (Balad) Grup mampu membawa Indonesia menjadi kiblat usaha perikanan dunia dengan menjadi tuan sendiri di negeri sendiri di Nusantara.

Baca Juga :  Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital

Opin: Oleh Owner Balad Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Wajah Toleransi di Seberang Jalan
Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?
Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital
Mitologi Larangan Politik Dalam Pendidikan
Ketika Sungai Mengambil Haknya
Menyemai Semangat Pahlawan di Tanah Tani Nusantara
Menyoal Media dan Etika Kebebasan Berpendapat di Balik #BoikotTrans7
Narasi Pincang Pesantren

Baca Lainnya

Sunday, 24 May 2026 - 21:28 WIB

Wajah Toleransi di Seberang Jalan

Friday, 15 May 2026 - 21:31 WIB

Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?

Saturday, 2 May 2026 - 23:50 WIB

Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital

Monday, 5 January 2026 - 04:30 WIB

Mitologi Larangan Politik Dalam Pendidikan

Wednesday, 17 December 2025 - 19:06 WIB

Ketika Sungai Mengambil Haknya

TERBARU

Pihak kepolisian saat mengamankan pelaku yang membacok karyawan provider wifi (Foto: Istimewa).

Criminalia

Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi

Friday, 5 Jun 2026 - 16:20 WIB

Gambar Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 lebih (Sumber:Grafis Canva)

Economia

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Thursday, 4 Jun 2026 - 10:36 WIB