Bupati Fawait sebut UMKM Pahlawan Penyelamat Ekonomi Nasional

Tuesday, 21 July 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat memberikan sambutan festival yang digelar oleh Kementerian UMKM di New Sari Utama Convention Hall (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat memberikan sambutan festival yang digelar oleh Kementerian UMKM di New Sari Utama Convention Hall (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.Id- Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi sektor informal merupakan pilar utama penopang perekonomian bangsa. Terutama saat menghadapi ancaman krisis.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro Kabupaten Jember 2026 bertema “Legal, Terlindungi, Berdaya” di New Sari Utama, Jember

Dalam sambutannya, Bupati Fawait sapaan akrabnya menyoroti perhatian besar Presiden RI Prabowo Subianto terhadap keberlanjutan UMKM, petani, hingga masyarakat pedesaan.

“Indonesia adalah negara besar. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang luar biasa kepada masyarakat, terutama pelaku ekonomi kecil, petani, dan warga di desa-desa. Kita sadar bahwa dalam berbagai ancaman krisis ekonomi, yang selalu menjadi penyelamat Republik ini adalah para pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), dan mlijo,” katanya, Selasa (21/7/2026).

Selanjutnya, dia menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian UMKM atas kepercayaannya memilih Kabupaten Jember sebagai tuan rumah festival tersebut.

Kehadiran perwakilan pemerintah pusat dan jajaran Kementerian UMKM dinila sebagai bukti nyata komitmen keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro di daerah.

“Hampir setiap bulan kami berkeliling mengumpulkan para pelaku UMKM, PKL, dan ulijo. Ke depan, bersinergi dengan Kementerian UMKM, Pemprov Jatim, Bank Indonesia, serta Himbara, kami ingin memastikan UMKM di Jember mendapatkan perhatian dan perlindungan hukum yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu optimistis, apabila penguatan sektor mikro menjadi kunci utama strategi pengentasan kemiskinan jangka menengah maupun panjang di Jember.

Target utamanya adalah mendorong kemandirian masyarakat produktif di kategori ekonomi rentan (Desil 1 dan Desil 2).

“Pengentasan kemiskinan secara konkret dapat terwujud jika kita mampu memperkuat UMKM yang sudah ada, sekaligus menumbuhkan wirausaha baru dari masyarakat usia produktif,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung pengembangan usaha mikro.

Dia menegaskan bahwa pemerintah kini menerapkan pendekatan ekosistem agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kepastian pasar.

“Memberikan akses pembiayaan tanpa akses pasar justru akan menjadi masalah. Sebaliknya, memiliki pasar tetapi tidak memiliki modal juga akan menghambat usaha. Karena itu, pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara terpadu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Jember Beri Penjelasan soal Dugaan Pembengkakan Anggaran Perjalanan Dinas

Riza menjelaskan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 diselenggarakan di 10 provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah pelaksanaan.

Kabupaten Jember dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor usaha mikro dan ekonomi kerakyatan.

Dia juga memaparkan bahwa hingga Juli 2026 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah mencapai sekitar Rp160 triliun dari total plafon Rp290 triliun. Di Jawa Timur, penyaluran KUR telah menyentuh Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM.

Sementara di Kabupaten Jember, nilai penyaluran KUR telah melampaui Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu pelaku usaha, dengan sekitar 69 persen disalurkan ke sektor produksi.

“Ini sangat baik karena sektor produksi mampu menciptakan lapangan kerja lebih besar, memberikan nilai tambah ekonomi, sekaligus mendukung sektor unggulan daerah seperti pertanian dan program swasembada pangan nasional,” tandasnya.

Sebagai informasi, agenda tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, perwakilan Pemprov Jatim, Perbankan Himbara, lembaga keuangan, hingga Kepala Bank Indonesia (BI) Jember.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara
Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember
Bupati Jember Tetapkan Jam Operasional Pedagang Pasar Tanjung
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data
Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Baca Lainnya

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

Monday, 5 October 2026 - 20:10 WIB

Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan

Monday, 5 October 2026 - 13:50 WIB

Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan

Saturday, 3 October 2026 - 23:27 WIB

Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading