Frensia.Id – Kasus penipuan berbasis daring di media sosial kian marak dengan modus yang makin beragam. Kepolisian Resor (Polres) Jember pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban.
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Ario Senopati Joyonegoro mengungkapkan, modus kejahatan siber saat ini semakin canggih dan menyesatkan. Pelaku bahkan sering kali menyamar sebagai pihak resmi hingga kerabat dekat.
“Jangan pernah tergoda tawaran harga sangat murah, hadiah undian, atau peringatan mendesak yang datang secara tiba-tiba dari nomor maupun akun asing,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Ario menegaskan, para pelaku penipuan kerap memanfaatkan rasa takut, harapan, hingga kebaikan hati korban untuk melancarkan aksinya. Karena itu, warga diminta tak mudah percaya pada orang yang belum dikenal secara pribadi.
“Peringatan utama dari kepolisian yakni mengimbau warga agar tidak sembarangan mengklik tautan (link) dari pengirim yang tidak jelas. Link semacam itu rawan disusupi perangkat lunak berbahaya (malware) untuk mencuri data pribadi dan informasi keuangan,” ujarnya.
Selain itu, Ario meminta masyarakat mewaspadai pihak yang mengarahkan untuk mengunduh aplikasi tertentu, atau meminta nomor kartu identitas, kode OTP, hingga kata sandi.
“Lembaga resmi tidak akan pernah meminta data rahasia melalui pesan singkat atau media sosial,” paparnya.
Ario menilai, tingginya aktivitas warga di media sosial menjadi celah bagi pelaku untuk menjangkau korban tanpa batas wilayah. Pelaku bisa menyamar sebagai pembeli, penjual, petugas layanan, hingga kerabat yang berpura-pura butuh bantuan.
Jika menerima pesan mencurigakan, Ario mengimbau masyarakat untuk segera menghentikan komunikasi dan tidak memberikan data apa pun.
Warga disarankan melakukan verifikasi ke saluran resmi sebelum mengambil tindakan.
“Kami berharap masyarakat lebih teliti dan berhati-hati. Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa mencegah potensi kerugian dan menjaga ruang media sosial di Jember tetap aman,” tandasnya.






