Frensia.id – Film “Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief,” yang dirilis pada tahun 2010, merupakan adaptasi dari novel populer karya Rick Riordan.
Film ini disutradarai oleh Chris Columbus, yang dikenal karena karyanya di dua film pertama seri Harry Potter.
Dengan latar belakang mitologi Yunani yang modern, film ini mengikuti petualangan Percy Jackson, seorang remaja yang menemukan bahwa ia adalah seorang demigod, anak dari Poseidon, dewa laut.
Plot film ini berpusat pada upaya Percy untuk mencegah perang antara para dewa Yunani yang bisa menghancurkan dunia. Percy, bersama dengan dua temannya, Annabeth Chase dan Grover Underwood, memulai perjalanan untuk menemukan petir Zeus yang hilang dan mengembalikannya sebelum solstis musim panas.
Mereka menghadapi berbagai rintangan dan monster mitologis, serta harus mengatasi pengkhianatan dan rahasia dari masa lalu mereka.
Dari segi pemeranan, Logan Lerman yang memerankan Percy Jackson memberikan performa yang solid. Alexandra Daddario sebagai Annabeth dan Brandon T. Jackson sebagai Grover juga memberikan kontribusi yang baik untuk dinamika tim.
Namun, beberapa penonton dan penggemar buku mungkin merasa bahwa karakter-karakter dalam film tidak se-dalam atau sekompleks seperti dalam buku.
Secara visual, film ini cukup mengesankan dengan efek khusus yang digunakan untuk menciptakan makhluk mitologis dan tempat-tempat ajaib seperti Kamp Half-Blood atau dunia bawah Hades.
Namun, ada beberapa kritik terhadap penyimpangan plot dari buku aslinya yang disayangkan oleh beberapa penggemar.
Secara keseluruhan, “Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief” adalah sebuah film petualangan yang menyenangkan dengan dasar cerita yang kreatif.
Meskipun mungkin tidak sepenuhnya setia kepada sumber materinya dan memiliki beberapa kelemahan dalam pengembangan karakter dan narasi, film ini tetap menawarkan hiburan yang baik untuk penggemar film fantasi dan petualangan, khususnya bagi audiens muda. (*)