Perempuan di Balik Asap : Ketangguhan Wanita Dalam Perdagangan Tembakau Pedesaan

Tuesday, 27 August 2024 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Di tengah berbagai aktivitas transaksi pasar pagi tradisonal yang terletak di Ajung, Jember, ada pemandangan yang manarik perhatian, tepatnya dibawah pohon. Tampak sedang terlibat jual beli tembakau kering yang ditumpuk di atas terpal sederhana.

Menariknya penjualnya adalah sosok perempuan setengah baya, yang justru dianggap anti dengan kepulan asap rokok. Ia bertransaksi setiap menggelar jualannya di tengah suasana pedesaan.

Susana ini menggambarkan seorang perempuan yang terlibat aktif dalam perdagangan tembakau. Secara simbolis menunjukkan perempuan karir yang berperan dalam capital ekonomi keluarga, meski seringkali sektor ini dianggap wilayah dan dominasi laki-laki.

Meski terkesan sederhana, momen ini menggambarkan kekuatan luar biasa yang tersembunyi di balik peran tradisional wanita pedesaan. Memperlihatkan peran perempuan dalam sektor ekonomi tradisional yang tak terjamah dari sorotan publik. Terlihat jelas bagaimana perempuan juga terlibat di sebuah komoditas yang penting bagi perekonomian pedesaan.

Tembakau sendiri dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi diberbagai wilayah di tanah air. Bahkan bagi masyarakat Jawa Timur di pedesaan, tembakau disebut sebagai “daun mas” karena nilainya yang cukup menjanjikan secara ekonomi. Tembakau tidak hanya menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi petani, melainkan juga menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga :  Terancam Gagal Panen, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Tikus

Dalam situasi ini, perempuan menunjukan ketekunan, ketahanan dan keterampilan dalam beradaptasi dengan dinamika pasa, meski dalam skala lebih tradisional. Pada saat yang sama, perempuan tidak hanya mengekspos dirinya yang lebih luas dari sekedar urusan dapur dan sumur, tetapi juga pekerja keras yang mampu membangun usaha kecil-kecilan, bahkan di lingkungan yang menantang.

Perempuan di pedesaan sering menghadapai berbagai tantangan, namun mereka terus menunjukkan daya tahan dan kreativitas dalam mengatasi masalahnya. Seperti di uraikan dalam penelitian UNDP (2023) Sustainable Livelihoods for Rural Women’s Economic Empowerment , menyoroti bagaimana perempuan memainkan peran penting bagi penguatan ekonomi pedesaan melalu kegiatan pertanian dan perdagangan, meski senantiasa berpapasan dengan tantangan struktural.

Penelitian tersebut mengungkapkan perempuan memainkan peran kunci dalam menciptakan stabilitas ekonomi rumah tangga di daerah dengan aktivitas yang beragam, termasuk sektor pertanian dan perdagangan kecil-kecilan seperti komoditas tembakau.

Studi lain Fatemeh Badzaban, dkk dalam Analysing the Individual Entrepreneurial Resilience of Rural Women (2021) juga menguraikan bagaimana ketanguhan individu, khususnya perempuan di pedesaan, dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan mereka. Ketangguhan ini sering kali diukur melalui kemampuan mereka untuk menghadapi perubahan pasar, menghadapi tantangan ekonomi dan tetap aktif disektor ekonomi lokal seperti perdagangan tembakau.

Baca Juga :  Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwang Bersatu Dukung Rekomendasi Partai

Perempaun tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga sering menjadi pengelola keuangan rumah tangga, yang memperlihatkan kemampuan adaptasi menjaga keberlangsungan hidup keluarga mereka. Hal yang menarik dari pespektif ini adalah bagaimana perempuan, meski dihadapkan pada keterbatasan sosial dan ekonomi, mereka tetap mampu memainkan peran-peran itu.

Mereka selain menjadi pelaku ekonomi, juga sebagai simbol adaptasi dan kekuatan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya lokal, seperti tembakau. Dalam dunia yang dianggapnya perempuan ditempatkan di kelas nomor dua, mereka jutsru memperlihatkan kerja keras dan keterampilannya yang tidak bisa diabaikan.

Perempuan dibalik asap bukan sekedar ungkapan figuratif, tetapi cerminan dari kehidupan nyata bahwa perempuan pedesaan dengan ketekunan, kerja keras, menjaga kelangsungan ekonomi keluarga mereka melalui perdagangan tembakau yang sudah berakar dalam budaya lokal. Dibalik kesederhanaannya terdapat kisah-kisah kekuatan dan ketangguhan kaum perempuan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Sedang Pergi ke Toko, Rumah Lansia di Jember Roboh di Terpa Angin Kencang
Terancam Gagal Panen, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Tikus
UIN KHAS Jember Berduka! Pakar Ilmu Komunikasi Islam Wafat
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Di Harlah 100 Tahun NU, Bupati Jember Minta Para Kiai Tak Segan Mengingatkan Jika Kinerjanya Melenceng
Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung
​PC GP Ansor Jember Dilantik! Izzul Ashlah Ajak Tirakat dengan Pikiran Luas
Lewat TBA, Gus Lilur Siap Penuhi Kebutuhan 9 Pabrik Kalsium Karbonat di Jatim

Baca Lainnya

Monday, 2 February 2026 - 16:44 WIB

Sedang Pergi ke Toko, Rumah Lansia di Jember Roboh di Terpa Angin Kencang

Monday, 2 February 2026 - 16:17 WIB

Terancam Gagal Panen, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Tikus

Monday, 2 February 2026 - 11:43 WIB

UIN KHAS Jember Berduka! Pakar Ilmu Komunikasi Islam Wafat

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Sunday, 1 February 2026 - 08:21 WIB

Di Harlah 100 Tahun NU, Bupati Jember Minta Para Kiai Tak Segan Mengingatkan Jika Kinerjanya Melenceng

TERBARU

Foto: Istimewa.

News

Akses Desa di Jember Lumpuh Total Gegara Tebing Longsor

Friday, 6 Feb 2026 - 00:20 WIB