Peringatan Darurat, Hacker Akui Retas Laman Resmi Pemerintah dan Lakukan Aksi Mural Online

Friday, 23 August 2024 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Peringatan Darurat, Hacker Akui Retas Laman Resmi Pemerintah dan Lakukan Aksi Mural Online (sumber: Ilustrasi/Frensia)

Gambar Peringatan Darurat, Hacker Akui Retas Laman Resmi Pemerintah dan Lakukan Aksi Mural Online (sumber: Ilustrasi/Frensia)

Frensia.id– Peringatan darurat bukan hanya dilakukan dengan aksi medsos dan demontrasi. Sejumlah hacker mengaku telah melakukan aksi mural dengan meretas laman resmi pemerintah.

Tidak hanya mahasiswa dan sejumlah artis yang turun jalan. Sejumlah pihak yang mengaku hacker juga mengaku melakukan aksi.

Peringatan terhadap situasi darurat memang seringkali disuarakan melalui berbagai cara, termasuk aksi di media sosial dan demonstrasi jalanan. Namun, beberapa kelompok memilih pendekatan yang berbeda untuk menyampaikan pesan mereka.

Sejumlah peretas mengklaim bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah yang mereka sebut sebagai “aksi mural” dengan meretas situs-situs resmi milik pemerintah. Mereka melihat tindakan ini sebagai cara untuk menarik perhatian publik dan otoritas terkait terhadap isu-isu mendesak yang seringkali diabaikan atau tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak berwenang.

Melalui aksi peretasan, para pelaku berharap pesan mereka lebih didengar dan dipertimbangkan oleh pihak berwenang. Ini menjadi salah satu cara ekstrem bagi kelompok tertentu untuk mengekspresikan ketidakpuasan dan kekhawatiran mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memadai dalam menangani masalah kritis.

Baca Juga :  Ingat Pesan Prabowo, Anggota DPRD Jatim Ini Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa di Jember

Mereka meretas sejumlah akun penting, bahkan diindikasikan, salah satunya milik labfor Jatim Polri. Setelah meretas, mereka memasang pesan moral.

“Dari para hacker indonesia yang ikut berdemo sejak tadi magrib melalui mural online (Defacing)”, tulis keterangan resmi yang diterima Frensia.id via telegram, 23/08/2024

Akun yang menyebarkan pesan tersebut juga memberikan klarifikasi bahwa aksi peretasan ini bukan dilakukan oleh sebuah kelompok, melainkan oleh individu.

Dalam pesan yang disampaikan, nama peretas tersebut bahkan dicantumkan dalam script yang ditinggalkannya pada situs yang diretas. Ini menunjukkan bahwa aksi tersebut bersifat personal dan tidak berafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu.

Peretas tersebut tampaknya ingin menekankan bahwa aksinya adalah bentuk tanggung jawab pribadi terhadap isu yang sedang disoroti, bukan hasil koordinasi dari jaringan yang lebih besar.

Baca Juga :  DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !

Dengan menuliskan namanya secara langsung, ia tampak berupaya mempertegas perannya dalam aksi ini, sekaligus memberikan peringatan kepada publik saat ini.

Langkah ini juga bisa diartikan sebagai usaha untuk menambah bobot mural dari aksinya, menunjukkan bahwa ia tidak bersembunyi di balik anonimitas atau organisasi besar, melainkan bertindak atas dorongan pribadi.

“sesuai nickname tertera pada script mereka atas kesadaran mereka sendiri”, catatnya meberi keterangan.

Adapun pesan muralnya, banyak jenisnya. Ada yang menampilkan pesan #KawalPutusanMK dengan quotes penjajahan oleh bangsa sendiri. Bahkan ada yang menampilkan nasehat untuk ayah yang otoriter.

“Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi orang tua. Tidak pula ambisi orang tua harus diikuti oleh anak. Ajarkan anak untuk merasa cukup. Ingat pula agar memiliki rasa malu ketika mengambil sesuatu di luar batas normal dan etika”, bunyi salag satu mural yang disebarkan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember Tanggung Biaya Keberangkatan Kontingen Jamnas XII ke Cibubur Jaktim
ADD Dipangkas, Kades di Jember Keluhkan Pembangunan Desa Lumpuh ke DPRD Jember
Datang ke Jember, Dirjen Kemen PKP Sebut Bakal Bedah 1.355 Rumah Tak Layak Huni
Ngantor di Desa Lagi, Bupati Fawait Turun Langsung Tinjau Pelaksanaan Layanan Homecare
Anggota DPR RI Muhammad Khozin Berharap Layanan Peta Cinta Pemkab Jember Bisa Lebih Ditingkatkan
Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP
Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember
Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru

Baca Lainnya

Monday, 10 August 2026 - 21:00 WIB

Pemkab Jember Tanggung Biaya Keberangkatan Kontingen Jamnas XII ke Cibubur Jaktim

Monday, 10 August 2026 - 16:30 WIB

ADD Dipangkas, Kades di Jember Keluhkan Pembangunan Desa Lumpuh ke DPRD Jember

Sunday, 9 August 2026 - 22:09 WIB

Datang ke Jember, Dirjen Kemen PKP Sebut Bakal Bedah 1.355 Rumah Tak Layak Huni

Sunday, 9 August 2026 - 22:03 WIB

Ngantor di Desa Lagi, Bupati Fawait Turun Langsung Tinjau Pelaksanaan Layanan Homecare

Friday, 7 August 2026 - 17:15 WIB

Anggota DPR RI Muhammad Khozin Berharap Layanan Peta Cinta Pemkab Jember Bisa Lebih Ditingkatkan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading