Perumdam Tirta Pandhalungan Terdampak Banjir,  Buka Layanan Distribusi Air Bersih Bagi Pelanggan

Friday, 27 December 2024 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbaikan IPA Tegal Besar Oleh tim Perumdam Tirta Pandhalungan Jember (Sumber: Istimewa)

Perbaikan IPA Tegal Besar Oleh tim Perumdam Tirta Pandhalungan Jember (Sumber: Istimewa)

Frensia.Id- Pasca hujan deras yang menerpa Kabupaten Jember seminggu terakhir ini, mengakibatkan luapan sungai bedadung dan sungai jompo selama beberapa hari.

Luapan debit air dan kuatnya arus mengakibatkan endapan sedimen berupa lumpur tanah dan sampah rumah tangga. Hal ini yang membuat kinerja intake Intalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Besar milik Perumdam Tirta Pandhalungan tidak optimal.

Bahkan lumpur dan sampah mendominasi penyumbatan saluran air masuk dan pompa pada mesin produksi air bersih.

Secara teknis IPA Tegal Besar berkapasitas 60 ltr/dtk dengan jumlah layanan +- 7000 Saluran Rumah, meliputi Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Dan terletak di bantaran Sungai Bedadung,  intake IPA persis berada pada pertemuan 2  Sungai, Bedadung dan Jompo, secara tangkapan debit air lokasi tsb sangat ideal namun, memiliki kelemahan ketika kondisi terdampak banjir.

Direktur Umum Perumdam Tirta Pandhalungan Yudho Radityo Utomo mengatakan bahwa beberapa langkah telah dilakukan oleh jajarannya. Untuk mengatasi dampak banjir tersebut.

“Sejak hari Selasa malam (24/12) Tim Produksi PTPJ hingga saat ini masih bertahan di lokasi. Tim melakukan upaya pembersihan dan pemulihan unit produksi. Sementara itu tim telah siaga dilokasi sejak luapan sungai pertama pada tanggal 19 Desember,  yang mengakibatkan 3 IPA (Wirolegi  Pakusari, Tegal Besar) kami tumbang, namun kemudian telah dapat kami pulihkan,” ungkap Yudho, Jumat (27/12/2024) melalui siaran persnya.

“Tim PTPJ saat ini berkolabarasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab Jember, untuk melakukan pembersihan cepat luapan endapan dan melakukan penanganan terhadap sampah rumah tangga yang menumpuk,” imbuhnya.

Yudho juga menghimbau kepada Para Pelanggan terdampak SPAM IPA Tegal Besar untuk berhemat air dan mencadangkan air bersihnya bilamana memiliki tandon penampung air. Karena cuaca hujan masih berpotensi terjadi kembali, harap bersabar dan bersiap, dan ikuti terus media sosial Perumdam Tirta Pandhalungan agar update info terkini.

“Manajemen dapat memberikan fasilitas pelayanan air bersih melalui mobil Tanki kepada para Pelanggan Terdampak untuk penanganan kebutuhan bersih. Silahkan sampaikan keluhan pada kontak Cutomer Service kami untuk dapat kami identifikasi penanganan prioritas air tanki,” ulasnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih care terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan di sepanjang aliran Sungai Bedadung dan Jompo. Jangan buang sampah di Sungai, karena bisa menimbulkan dampak yang kembali ke masyarakat itu sendiri,” tutup Yudho.

Baca Juga :  Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa
Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei
Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan
Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir
Merasa Terpanggil, Jajaran Satkoryon Banser Umbulsari Turun ke Lokasi Banjir di Desa Curah Malang
Prabowo Menekankan Semangat Indonesia Incorporated saat Audiensi dengan 5 Pengusaha Nasional
Sedang Pergi ke Toko, Rumah Lansia di Jember Roboh di Terpa Angin Kencang

Baca Lainnya

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 March 2026 - 18:33 WIB

Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes

Tuesday, 3 March 2026 - 06:44 WIB

DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei

Monday, 16 February 2026 - 21:48 WIB

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Sunday, 15 February 2026 - 15:09 WIB

Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

TERBARU