PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 11 Maret, Kiai Muda Jember: Tidak Boleh Diikuti

Kamis, 29 Februari 2024 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wujudul Hilal Penetapan Awal Ramadhan (Sumber: pexels/Luis Rodrigues)

Ilustrasi Wujudul Hilal Penetapan Awal Ramadhan (Sumber: pexels/Luis Rodrigues)

Frensia.id – Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk Umat Islam di Indonesia diharapkan menunggu Keputusan resmi dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Sekalipun begitu setiap organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam juga menghimbau anggotanya untuk mengikuti keputusan pimpinan tertinggi dari lembaga terkait.

Dua Ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah seringkali juga jadi penentu kapan awal dari ketiga bulan yang telah disebut dan tak jarang berbeda dengan ketetapan dari pemerintah, serta tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengikutinya.

Awal Ramadhan tahun ini menjadi contohnya, pemerintah baru akan menentukan awal puasa melalui sidang itsbat yang dijadwalkan Minggu, 10 Maret 2024.

Adapun NU melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentukan mulai puasa Ramadhan 2024 melalui dua tahapan.

Tahap pertama didasarkan dari hasil hisab posisi hilal pada 29 Syaban dengan kriteria yang mengacu pada imkanur rukyat hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Penetapan pastinya baru akan ditentukan melalui pengamatan hilal sesuai dengan ketetapan sidang itsbat Kemenag

Baca Juga :  Puasa Kuasa

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah jika awal puasa Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024. Hal tersebut berdasarkan surat penetapan Hasil Hisab Awal Ramadan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah 1445 H yang ditandatangani Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah Hamim Ilyas dan Sekretaris Atang Solihin.

Berdasarkan keputusan tersebut, hilal sudah terlihat dan awal Ramadhan sudah dimulai sejak terbenamnya matahari pada 10 Maret 2024. Berpedoman pada hisab wujudul hilal, tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta pada 10 Maret 2024 yakni (¢ = -07° 48′ LS dan l= 110° 21′ BT ) = +00° 56′ 28″.

Baca Juga :  Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

Akan tetapi, penetapan tersebut mendapat tanggapan kurang baik secara fikih dari kiai muda asal Jember, KH. Abdul Wahab Ahmad melalui akun media sosialnya.

Menurutnya, menetapkan awal puasa dengan pedoman wujudul hilal masih nol derajat (+00° 56′ 28″) adalah melanggar semua kesepakatan, sehingga penetapan ini termasuk pendapat yang syadz (nyeleneh).

Hal ini karena tidak ada satu pun dalil yang memperbolehkan memulai puasa ketika hilal masih nol derajat, baik dari ulama, pendapat sahabat, serta hadits. Bahkan, yang lemah sekalipun.

Sedangkan dalam banyak refrensi disebutkan bahwa pendapat syadz dalam fikih tidak boleh diikuti, dan tidak ada ruang sedikitpun untuk bertoleransi.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan memahami dialektika keilmuan yang benar silahkan kunjungi langsung postingan akun Facebook Kiai ‘Abdul Wahab Ahmad’ atau dengan link berikut ini:

Wallahu A’lam Bisshawab…

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB