Frensia.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan pidato penting dalam sesi pleno pertemuan ke-20 Klub Diskusi Valdai yang bertajuk “Multipolaritas yang Adil: Cara Menjamin Keamanan dan Pembangunan untuk Semua Orang“.
Dalam pidato yang digelar pada tanggal 5 Oktober 2023 tersebut, Vladimir Putin menegaskan visi Rusia untuk sebuah dunia yang terbuka, beragam, dan adil, serta memperjuangkan sebuah sistem global baru yang mengedepankan keamanan dan kesejahteraan bersama.
Dalam konteks global yang terus berubah, Putin menekankan pentingnya menciptakan lingkungan tanpa hambatan yang mendukung inovasi dan kemakmuran bersama.
“Kita ingin hidup di dunia yang terbuka dan saling terhubung, di mana tidak akan ada seorang pun yang mencoba menempatkan hambatan buatan dalam komunikasi dan pemenuhan kreativitas,” ujar Putin.
Lebih lanjut, Putin menegaskan pentingnya menjaga dan merayakan keberagaman budaya sebagai dasar pembangunan global.
Menurutnya, tidak seharusnya ada paksaan terhadap suatu negara atau bangsa dalam menentukan cara hidup dan perasaan mereka.
“Hanya keberagaman budaya dan peradaban sejati yang akan menjamin kesejahteraan rakyat dan keseimbangan kepentingan,” tutur Putin.
Presiden Rusia itu juga menekankan pentingnya representasi yang maksimal dalam pengambilan keputusan global.
Menurutnya, dunia masa depan adalah dunia keputusan kolektif yang dibuat oleh mereka yang terpengaruh langsung oleh masalah global, bukan oleh satu orang atau kelompok yang mendominasi.
Dalam pidatonya, Putin juga berbicara tentang pentingnya membangun keamanan universal dan perdamaian abadi yang berlandaskan pada penghormatan terhadap kepentingan semua pihak.
“Kita harus membebaskan hubungan internasional dari pendekatan blok dan warisan era kolonial serta Perang Dingin,” ujar Putin.
Selanjutnya, beliau mendesak adanya keadilan bagi semua, menolak era eksploitasi, dan menekankan pentingnya setiap negara dan masyarakat untuk mengandalkan diri mereka sendiri.
“Setiap orang seharusnya diberi akses terhadap manfaat dunia saat ini, dan upaya untuk membatasinya bagi negara atau kaum mana pun seharusnya dianggap sebagai tindakan agresi,” tegas Putin.
Menutup pidatonya, Putin mengundang semua negara dan kolega internasional untuk bergabung dalam membangun sistem dunia baru ini, berdasarkan prinsip kesetaraan dan kedamaian.
“Kami percaya bahwa pragmatisme dan akal sehat akan menang, dan dunia multipolar akan terwujud,” pungkasnya.