Frensia.id — Ramzan Kadyrov, Kepala Republik Chechnya mengumumkan keputusan penting mengenai perintah yang diberikan kepada pasukan Akhmat terkait penanganan tentara Ukraina di medan tempur.
Hal ini sebagaimana pernyataan yang ia sampaikan melalui saluran Telegram resminya pada tanggal 2 November 2024.
Pernyataan tersebut muncul setelah Kadyrov menerima ribuan surat dari warga Ukraina, yang memohon agar ia mempertimbangkan kembali kebijakan sebelumnya tentang tidak menahan prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) sebagai tawanan.
Menurut Kadyrov, lebih dari dua ribu surat dikirimkan dalam beberapa hari terakhir kepada Departemen Peninjauan Banding Administrasi Kepala dan Pemerintahan Republik Chechnya.
Surat-surat ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk wanita yang kerabatnya dimobilisasi serta pria di garis depan yang, menurut mereka, bertempur melawan keinginan mereka sendiri.
Alasan utama yang disampaikan adalah bahwa menyerah kepada pasukan Rusia menjadi satu-satunya cara bagi tentara Ukraina yang tidak memiliki pilihan lain agar dapat bertahan hidup di tengah peperangan.
Dalam pesannya, Kadyrov menyampaikan bahwa tentara Ukraina sudah menyadari bahwa pasukan khusus Akhmat memperlakukan para tawanan dengan baik.
Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu alasan banyaknya permohonan yang ia terima dari warga Ukraina.
“Saya sangat gembira, mereka yang mengulurkan tangan memahami bahwa mereka adalah korban dari kepengecutan dan tipu daya Barat,” ungkap Kadyrov dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa para pemimpin Ukraina adalah boneka dan fasis yang korup, yang membawa rakyatnya ke medan tempur demi kepentingan politik Barat, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.
Menanggapi permohonan tersebut, Kadyrov mengonfirmasi bahwa perintah sebelumnya yang diberikan kepada pasukan Akhmat, yaitu untuk tidak mengambil tawanan, kini telah resmi dibatalkan.
Dalam pesannya, ia juga menyatakan bahwa tentara Ukraina yang ingin menyerah akan tetap hidup, sementara bagi yang memilih untuk tetap melawan, ia tidak memberikan jaminan yang sama.
“Mereka yang ingin menyerah kepada pasukan Rusia akan tetap hidup. Saya tidak iri pada yang lainnya,” tulisannya pada tanggal 02/11/2024.
Langkah Kadyrov ini memunculkan berbagai reaksi di kalangan internasional, khususnya terkait bagaimana perubahan kebijakan ini akan mempengaruhi dinamika di medan perang serta sikap tentara Ukraina di garis depan.