Frensia.id – Kuli bangunan atau pekerja konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan gedung.
Namun, pekerjaan ini sering kali melibatkan aktivitas fisik berat dan risiko tinggi yang dapat menyebabkan berbagai gangguan otot rangka.
Gangguan ini dapat berdampak pada kesehatan fisik pekerja dan produktivitas kerjanya.
Penelitian karya Dian Purnawa Sari dan Susilawati yang bertajuk “Keluhan Gangguan Otot-Rangka Pada Kuli Bangunan di Desa Sukarami Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara” ini memberikan beberapa penjelasan tentang penyebab keluhan tersebut.
“Beban kerja yang berlebihan merupakan faktor utama gangguan otot rangka, pekerjaan kontruksi sering melibatkan pengangkatan berat, gerakan berulang dengan postur tubuh yang tidak ergonomis. Hal ini dapat meimicu cedera otot, ligamen, dan sendi (rangka)” tulis Dian dan Susilawati pada risetnya.
Penelitian yang dimuat pada laman Nanggroe (Jurnal Pengabdian Cendekia) ini pun menyebutkan bahwa usia termasuk faktor penting dalam keluhan tersebut.
“…menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal disorders yaitu usia,” tulis mereka.
Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa masih banyak responden (kuli bangunan) yang mengabaikan rasa sakitnya tanpa mencoba untuk periksa medis.
Bagi Dian dan Susilawati hal itu dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot rangka di setiap harinya tanpa ditangani secara khsusus. (*)