Frensia.Id- Anggota DPRD Jember Fraksi Nasdem, David Handoko Seto menyapa masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang ke-II di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates Jember. Dalam kesempatan itu, dia menyoroti persoalan drainase, genangan dan banjir yang masih menjadi keluhan utama masyarakat perkotaan.
“Infrastruktur dan drainase memang diakui di Jember ini pada saat hujan turun masih banyak sekali terjadi genangan ataupun luapan hingga banjir. Tadi dari PU Bina Marga berjanji di dalam program yang sudah ter-update akan ditangani di tahun ini, maksimal di tahun 2026,” katanya, Jum’at (29/08/2025).
Selanjutnya, dia mencontohkan sejumlah titik yang rawan banjir di wilayah perkotaan. Yakni di Jalan Trunojoyo, Mastrip, Kebonsari hingga gladak Pakem.
“Kami akan cen semua pengembang perumahan. Bagi mereka yang secara perizinan dan konstruksinya tidak memenuhi syarat teknis akan kita tegur dan hentikan,” ujarnya:
“Karena banyak kejadian aliran sungai atau drainase itu dialihkan. Ini tudak boleh, kita akan pertanyakan perizinannya,” tambahnya.
Menurutnya, aspirasi warga yang disampaikan dalam Reses kali ini akan menjadi bahan dalam pembahasan penganggaran 2026. Terutama sektor infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, David juga mengapresiasi kerja Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selama ini sudah berupaya menangani keluhan masyarakat. Namun, pihaknya juga mengakui keterbatasan sarana dan personel membuat sejumlah jalan berlubang masih belum tertangani.
David menambahkan, program Bupati Gus Fawait yang Ngantor di Desa melalui ‘Bunga Desaku’ juga menjadi peluang masyarakat desa untuk mengusulkan pembangunan infrastruktur.
“Tapi saya yakinkan, kedepan ini akan kita support. Baik melalui anggarannya maupun sarprasnya,” paparnya.
“Disitu juga ada hal-hal yang sifatnya memang harus diprioritaskan terlebih dahulu,” tandasnya.