Frensia.id – Sepak bola, olahraga yang kini mendunia, ternyata memiliki sejarah panjang yang penuh perdebatan.
Dalam penelitian Gavin Kitching tahun 2015, asal-usul sepak bola diperdebatkan dari sisi “kelas” sosial yang melibatkan permainan ini. Apakah olahraga ini milik kaum elit atau merupakan warisan rakyat biasa?
Cerita tradisional menyebutkan bahwa sepak bola lahir dari tangan para “gentlemen,” namun akhirnya diambil alih dan dikuasai oleh para “ruffians,” atau kaum pekerja.
Namun, pandangan revisi menyajikan narasi berbeda. Menurut pandangan ini, sepak bola adalah permainan rakyat yang sudah ada sejak lama, sempat diambil alih oleh kaum elit menengah-atas pada era Victoria pertengahan, dan kemudian kembali ke akar populernya di akhir 1880-an.
Kitching menyoroti bahwa perdebatan ini sering kali dibayangi oleh kekurangan sumber sejarah serta kekeliruan konsep.
Salah satu permasalahan utama adalah istilah “sepak bola” yang digunakan secara kabur dalam konteks sejarah. Banyak orang cenderung mencampuradukkan antara bermain bola secara bebas dengan aturan permainan yang terstruktur.
Selain itu, minimnya sumber yang tersedia membuat kajian tentang sepak bola menjadi tantangan tersendiri, baik untuk periode permainan rakyat pada Abad Pertengahan maupun awal perkembangan klub sepak bola modern.
Dalam usahanya untuk menjelaskan kebingungan ini, Kitching menggunakan sumber yang jarang diperhatikan, yakni laporan pertandingan dari klub sepak bola amatir paling awal di Inggris.
Dari laporan tersebut, Kitching menyimpulkan bahwa sepak bola rakyat memang memengaruhi bentuk permainan modern, tetapi dampaknya sangat terbatas dan berumur pendek.
Sepak bola tradisional, yang sering kali dimainkan tanpa aturan jelas, memang sempat menjadi inspirasi, namun pengaruhnya perlahan memudar seiring dengan munculnya struktur permainan yang lebih terorganisasi.
Penelitian ini menyoroti betapa kompleksnya sejarah sepak bola sebagai olahraga yang lintas zaman dan lintas kelas.
Sebagai permainan yang mengakar di budaya masyarakat, sepak bola berkembang dengan berbagai interpretasi dan adaptasi, tergantung pada siapa yang memainkannya dan dalam konteks apa.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan juga cerminan dinamika sosial.
Dari jalanan desa hingga stadion besar, sepak bola terus berevolusi, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa melupakan akar sejarahnya.
Jadi, apakah sepak bola milik kaum elit atau sipil? Jawabannya tidak sederhana. Sepak bola adalah milik semua orang, tetapi bagaimana sejarah mencatatnya tergantung pada siapa yang menulisnya.
Bagi penggemar sepak bola, penelitian seperti ini penting untuk dibaca.