Frensia.id – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan kekhawatirannya terhadap hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Hal ini sebagaimana pidato yang disampaikannya pada pertemuan dengan direktur organisasi nirlaba Rusia di Moskow pada tanggal 23 Juli 2024.
Pidato Lavrov ini menyoroti ketegangan geopolitik antara AS, Eropa, Rusia, dan Tiongkok serta peran penting Eurasia dalam dinamika politik dan ekonomi global.
Menurut Lavrov, AS memandang Eropa sebagai pesaing, seperti halnya Rusia dan Tiongkok, dan saat ini Eropa telah direduksi menjadi subyek Washington.
Lavrov juga menyoroti serangan teroris terhadap jaringan pipa Nord Stream di Jerman yang merusak kesejahteraan ekonomi dan sosial negara tersebut.
“Jerman misalnya, adalah landasan politik dan ekonomi Eropa, namun negara ini masih harus menghadapi serangan teroris yang merusak kesejahteraan ekonomi dan sosial” ucap Sergey Lavrov.
Ia menegaskan bahwa Washington telah berhasil mencapai tujuan jangka panjang yang diartikulasikan oleh Zbigniew Brzezinski untuk mencegah Rusia dan Jerman menjalin hubungan yang lebih erat.
“Fakta bahwa Eropa saat ini berada dalam cengkeraman proses deindustrialisasi berarti Washington telah mencapai tujuan jangka panjang sebagaimana diartikulasikan oleh Zbigniew Brzeziski” jelas Menlu Rusia.
Menurut Lavrov, Eropa dan Rusia merupakan bagian dari Eurasia, sebuah benua dengan keunggulan kompetitif alaminya.
“AS memandang hal ini sebagai ancaman, karena Eropa dan Rusia merupakan bagian dari Eurasia, sebuah benua dengan keunggulan kompetitif lainnya” jelas Lavrov pada 23/07/2024.
Eurasia memiliki potensi untuk maju sendiri dan mencapai pertumbuhan pesat dengan mengandalkan sumber daya melimpah yang dimilikinya di wilayah timur dan teknologi mutakhir di wilayah barat.
Namun, negara-negara Barat tidak mungkin membiarkan hal ini terjadi dan telah berhasil mencegahnya hingga saat ini.
“Barat tidak mungkin membiarkan hal ini terjadi, dan sejauh ini negara Barat telah berhasil mencegahnya” ucapnya.