Sergey Lavrov Kritik Kebijakan Energi Eropa dan Amerika

Sunday, 22 September 2024 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Sergey Lavrov Menteri Luar Negeri Rusia sumber edit by elriyadh

Ilustrasi gambar Sergey Lavrov Menteri Luar Negeri Rusia sumber edit by elriyadh

Frensia.id – Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan energi Eropa dan intervensi Amerika Serikat dalam urusan gas Rusia.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Sky News Arabia pada tanggal 20 September 2024.

Lavrov menegaskan bahwa Rusia selalu memenuhi kewajiban kontraknya dengan Eropa dan membantah klaim yang mengatakan Rusia menghentikan ekspor gas ke Eropa.

Menurut Lavrov, sejak era Soviet di tahun 1970-an, Rusia telah berupaya mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Eropa, terutama dalam pasokan gas.

“Berkat gas Rusia yang terjangkau, sektor energi di Eropa, khususnya di Jerman, dapat berkembang dengan baik,” ujar Lavrov.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, sebelumnya menyatakan bahwa Rusia telah menghentikan ekspor gas, namun Lavrov membantah pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

“Mengapa harus ada kebohongan di antara orang dewasa? Semua orang tahu apa yang terjadi,” kata Lavrov, seraya menyinggung kecaman Amerika Serikat terhadap Jerman saat Angela Merkel masih menjadi kanselir, terkait peluncuran jaringan pipa Nord Stream 1 dan 2.

Lavrov juga menyoroti kebijakan saat ini di Eropa yang menggunakan gas alam cair (LNG) dari Amerika, yang menurutnya jauh lebih mahal.

Namun, ia menekankan bahwa Rusia masih terbuka untuk berdagang. “Kami tidak akan mengingkari perjanjian kami,” imbuhnya.

Konflik geopolitik semakin memanas dengan adanya insiden peledakan tiga jalur pipa Nord Stream. Meski demikian, Lavrov menunjukkan bahwa masih ada alternatif rute pipa lain melalui Ukraina dan Turkiye.

Lebih lanjut, Lavrov mengomentari tentang deindustrialisasi yang sedang terjadi di Eropa.

Baca Juga :  Nobody's Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

“Ketika industri terbaik Jerman, seperti otomotif, mulai memindahkan produksi ke luar negeri dan Volkswagen menutup pabrik serta memberhentikan ribuan pekerja, itu sungguh mengesankan,” ungkap Lavrov, menyoroti dampak negatif dari kebijakan energi yang diikuti Eropa.

Menteri Luar Negeri Rusia itu juga menuduh Amerika Serikat mencoba menyingkirkan saingan dengan menciptakan rezim anti-Rusia dan menanamkan sentimen Russophobia serta Nazi di Ukraina.

“Uni Eropa bukan lagi pesaing dan tidak akan pernah menjadi pesaing,” tegas Lavrov, menggambarkan situasi saat ini sebagai hasil dari kepatuhan birokrasi Eropa terhadap arahan Amerika Serikat.

Wawancara ini menunjukkan ketegangan yang terus menerus dalam hubungan internasional, terutama terkait dengan isu energi dan keamanan geopolitik di Eropa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Baca Lainnya

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

TERBARU

Polisi saat berjaga di depan masjid usai ada ledakan. (Foto: Sigit/Frensia).

Criminalia

Tradisi Sahur Berjamaah di Masjid Jember Terhenti Pasca Ledakan

Tuesday, 17 Mar 2026 - 03:11 WIB

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatama saat melakukan olah TKP. (Foto: Sigit/Frensia).

Criminalia

Cerita Saksi Mata Saat Terjadinya Ledakan di Masjid Jember

Tuesday, 17 Mar 2026 - 03:04 WIB

Suasana di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Patrang, Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Ledakan Terjadi di Masjid Jember Saat Salat Tarawih

Monday, 16 Mar 2026 - 22:53 WIB