Polisi Buka Garis Polisi di SPBU Teuku Umar Jember, Fokus Buru Pelaku

Monday, 16 March 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana terkini SPBU di Teuku Umar, Kaliwates, Jember (Foto: Istimewa).

Suasana terkini SPBU di Teuku Umar, Kaliwates, Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.Id– Satreskrim Polres Jember mulai membuka segel garis polisi (police line) di SPBU Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Saat ini, polisi tetap melakukan pengawasan ketat pada titik yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta fokus memburu pelaku.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menjelaskan bahwa pembukaan garis polisi ini dilakukan setelah tim penyidik merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal. Serta telah mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami telah melakukan olah TKP awal. Juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti,” katanya, Senin (16/3/2026).

Kasus ini, kata dia, bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu 14 Maret 2026. Terkait adanya dugaan praktik ilegal penyalahgunaan BBM subsidi.

“Anggota Satreskrim langsung turun ke TKP untuk melaksanakan olah TKP dengan memasang garis polisi di seluruh area SPBU guna mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung proses penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Menyayat Hati! Anak Panggil “Bapak” Usai Ayahnya Tewas Diduga Curi Ayam di Bali, H. Her: “Tolong Hubungi Saya”

Namun, setelah dilakukan analisa perkara pada hari berikutnya, pihak kepolisian memutuskan untuk membuka segel di area yang dianggap tidak lagi menghambat proses penyidikan. Kini, fokus penyelidikan dikerucutkan pada alat transportasi dan mesin pengisian tertentu.

“Kami melakukan pelepasan terhadap police line yang sekiranya tidak diperlukan kembali. Saat ini kami hanya memfokuskan pemasangan garis polisi pada mesin yang digunakan pelaku sebagai sarana mengisi BBM bersubsidi jenis solar,” paparnya.

“Tapi SPBU tersebut masih belum bisa beroperasi. Masih ada banner pembinaan dari Pertamina, serta penunjuk arah ke SPBU terdekat lainnya bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM,” jelasnya.

Selain efisiensi penyidikan, Ipda Harry mengungkapkan bahwa alasan pembukaan kembali operasional SPBU tersebut adalah demi kepentingan publik. Mengingat waktu yang mendekati hari raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar diprediksi akan meningkat tajam.

“Alasan pembukaan juga bermaksud karena menjelang Lebaran, diprediksi kebutuhan BBM masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Baca Juga :  Polisi Gadungan Ditangkap saat Rayu Wanita ASN di Gumukmas Jember

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Jember masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat. Harry menyebut, keberadaan pelaku beserta sarana yang digunakan akan diusut tuntas.

“Kami akan terus berupaya mengusut tuntas dan menyelidiki lebih lanjut keberadaan pelaku, termasuk sarana yang mereka gunakan dalam tindak pidana ini,” ungkapnya.

“Terkait adanya isu keterlibatan oknum polisi, itu sedang kami selidiki. Jika memang ada dan kami temukan buktinya, tentu akan kami tindak tegas,” imbuhnya.

Warga sekitar, Rizal, menyambut baik dengan pembukaan police line ini. Dia juga berharap, agar SPBU tersebut bisa segera beroperasi, karena, kata dia, saat ini adalah momentum dekat-lebaran.

“Kemarin saya harus mengisi di SPBU lainnya. Makanya saya senang kalau sudah di buka SPBU Ini,” ucapnya.

“Tapi pelakunya tetap harus diselidiki dan di tindak tegas,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu
Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin
Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya
Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat
Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah
Kasat Reskrim Polres Jember Sebut Judol Perusak Masa Depan Anak Bangsa
Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok
Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca Lainnya

Tuesday, 8 September 2026 - 18:10 WIB

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Wednesday, 2 September 2026 - 18:56 WIB

Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin

Tuesday, 1 September 2026 - 21:50 WIB

Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya

Tuesday, 1 September 2026 - 18:38 WIB

Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat

Friday, 28 August 2026 - 21:35 WIB

Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading