Frensia.id – Terlahir di sebuah pulau kecil di Kabupaten Sampang, Pulau Mandangin, tidak membuat H. Sholihin berkecil hati untuk berkiprah di dunia politik.
Dimulai dari menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari 2014 hingga 2024, menjadi Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi, hingga pada Pilkada 2024 kali ini mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Bekasi berpasangan dengan Heri Koswara.
Siti Jamilah (49), salah seorang warga Pulau Mandangin mengungkapkan bahwa H. Sholihin dapat menjadi pelayan rakyat tidak terlepas darah pejuang yang mengalir dari kakek buyutnya.
“kakek buyutnya, K.H Dasuki merupakan sesepuh yang dari keturunannya, banyak yang mendirikan pendidikan agama (madrasah diniyah, red), mendirikan masjid tertua, hingga banyak yang menjadi kepala desa,” kata Jamilah Jumat (18/10/2024).
Sehingga menurutnya, tak heran jika H. Sholihin juga mendapat panggilan Kiai Haji, KH. Sholihin.
“KH. Sholihin merupakan cucu dari Kiai Masrof, kiai besar pendiri Madrasah Diniyah Al-Mubarok, Dusun Barat Pulau Mandangin”, lanjut Jamilah.
Tidak hanya Madrasah Diniyah Al-Mubarok, madrasah-madrasah terbesar di satu-satunya pulau di Kabupaten Sampang itu, hampir semuanya didirikan oleh yang masih ada ikatan darah dengan H. Sholihin.
Cicit dari KH. Dasuki dari pasangan KH. Ahmad Dahlan dan Ny. Hj. Hamidah adalah pendiri madrasah terbesar di Pulau Mandangin, yakni Miftahul Ulum, didirikan oleh KH. Lutfi, Miftahul Ulum 2, didirikan oleh KH. Khotibul Umam, dan Miftahul Ulum Muawanah yang didirikan oleh KH. Abdul Bari.
“KH. Abdul Bari itu pendiri masjid kedua disini, Masjid Muawanah. Sedangkan KH. Lutfi juga merupakan salah satu penggagas masjid Al-Istiqomah”, tambahnya.
Demikian juga, ia menjelaskan dari keturunan KH. Lutfi ini berdirilah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum Pulau Mandangin Sampang.
Ia juga menuturkan keluarga yang masih sealiran darah dengan H. Sholihin juga tak jarang dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi kepala desa, dari KH. Abdul Hamid kakek samping, H. Zainal Abidin pamannya, hingga yang baru purna tugas H. Syaiful Anam sepupunya.
Menurutnya, dari perjuangan-perjuangan kakek, paman dan saudara-saudaranya itu membuat H. Sholihin menjadi pribadi pekerja keras, dermawan, ulet dan peduli sesama.
“KH. Sholihin pekerja keras sejak muda. Sebelum menikah ia sudah merantau ke Ibu Kota kemudian bertempat tinggal Kota Bekasi, hingga sukses menjadi milyader. Tapi, dengan menjadi wakil rakyat tidak ia nikmati sendiri kekayaannya,” pungkasnya.
Selebihnya, ia berharap semoga H. Sholihin dapat memenagkan kontestasi Pilkada 2024 dengan menjadi Wakil Walikota Bekasi, sehingga akan menjadi sejarah baru bahwa orang yang hanya terlahir di pulau kecil dapat memimpin kota besar.