The Pinokio Disease: Karya Hebat Seno Gumirah, Ajarkan Nilai Anti Korupsi

Friday, 30 August 2024 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar The Pinokio Disease: Karya Hebat Seno Gumirah, Ajarkan Nilai Anti Korupsi (Sumber: AI/Imam)

Gambar The Pinokio Disease: Karya Hebat Seno Gumirah, Ajarkan Nilai Anti Korupsi (Sumber: AI/Imam)

Frensia.idThe Pinokio Diseasa, judul karya Seno Gumirah Ajidarma yang ternyata telah ditulis sebelum viralnya Pinokoi Jawa di Koran Tempo.

Sebelumnya viral sosok Pinokio Jawa yang ditulis oleh Sukidi di tempo. Tulisan yang renyah dibaca ini menggambarkan sosok yang membumi kebohongan agar terlihat biasa.

Ternyata jauh sebelum tulisan ini ditulis, ada karya sastra yang memiliki tema senada. Salah satunya adalah The Pinokio Disease. Karya ini menarik, dan telah dikaji oleh sejumlah akademisi.

Salah satunya dikaji oleh Dipa Nugraha dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Temuannya disusun dalam bentuk jurnal dan diterbitkan dalam rumah Jurnal KEMBARA pada tahun 2020 lalu.

Dipa sangat perhatian pada penggunaan cerpen sebagai media dalam mengajarkan nilai-nilai antikorupsi di Indonesia yang masih sangat minim. Menurutnya, selama ini, pendidikan nilai antikorupsi lebih banyak memanfaatkan buku berseri atau buku cerita dalam proses pembelajarannya.

Untuk itu, tentu sangat menarik dan penting mengkaji atau mengungkap potensi cerpen berjudul “The Pinocchio Disease” karya Seno Gumira Ajidarma.  Karya ini dianggapnya, sebagai alternatif bahan ajar sastra yang dapat mendukung pendidikan nilai-nilai antikorupsi.

Baca Juga :  Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab

Dipa melihat bahwa karya ini menyajikan perspektif yang unik dan menarik dalam membahas isu kebohongan dan penipuan, yang merupakan elemen penting dari tindakan korupsi. Dengan gaya naratif yang menggugah dan pesan moral yang kuat, cerpen ini dianggap dapat menjadi alternatif bahan ajar yang efektif dalam pendidikan antikorupsi, di samping buku-buku konvensional yang sering digunakan.

Bagi Dipa, cerpen “The Pinocchio Disease” mengandung unsur sarkasme yang tajam terhadap berbagai nilai antikorupsi yang sangat penting, seperti kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, dan keadilan. Melalui pendekatan ini, cerpen tersebut mampu menghadirkan kritik yang kuat terhadap perilaku korup yang kerap mengabaikan nilai-nilai moral tersebut.

Dengan demikian, “The Pinocchio Disease” tidak hanya sekadar menjadi karya sastra, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang efektif dalam pendidikan antikorupsi. Cerpen ini memberikan contoh konkret bagaimana penyimpangan dari nilai-nilai ini dapat berakibat buruk, sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan ajar untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman tentang antikorupsi di kalangan siswa.

Baca Juga :  Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Selain itu, penelitian terhadap cerpen ini menunjukkan bahwa “The Pinocchio Disease” juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS). Dengan menyajikan konflik moral dan dilema yang kompleks, cerpen ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis situasi, dan membuat penilaian yang mendalam tentang nilai-nilai yang dihadapi oleh karakter dalam cerita.

Hal ini menjadikan karya Seno Gumirah ini sebagai materi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sastra siswa, tetapi juga membentuk karakter mereka dengan cara yang relevan dan bermakna dalam konteks pendidikan modern.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga

Baca Lainnya

Monday, 10 August 2026 - 01:33 WIB

Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading