Frensia.id – Tindakan yang tidak membawa kebaikan namun juga tidak merugikan orang lain ternyata bisa dianggap sebagai bentuk sedekah. Hal ini disampaikan oleh K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Baha’, dalam sebuah ceramah yang viral di media sosial.
Potongan video ceramah tersebut dibagikan oleh akun TikTok @kajian_gusbaha pada 10 Agustus 2024, dan berhasil menarik perhatian warganet. Dalam video berdurasi singkat itu, Gus Baha’ menekankan bahwa Islam sangat menghargai tindakan yang tidak merugikan orang lain, bahkan jika tindakan itu tidak membawa manfaat yang signifikan.
“Dalam Islam itu gampang sekali menjadi orang saleh. Kalau tidak bisa berbuat baik kepada orang lain, yang penting jangan mengganggu mereka. Itu juga bagian dari sedekah kamu,” ujar Gus Baha’.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.
Ia memberikan contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti situasi pandemi COVID-19.
“Misalnya, secara ilmu medis kamu dinyatakan positif COVID. Secara protokol, kamu tidak boleh bertemu orang lain, lalu kamu memutuskan untuk mengisolasi diri. Ketika kamu berniat untuk tidak menularkan bahaya kepada orang lain, itu juga bisa dianggap sebagai sedekah,” tegas Gus Baha’.
Pesan ini memperlihatkan keindahan ajaran Islam yang menilai niat baik, sekalipun tindakan itu sederhana atau bahkan berupa pengendalian diri. Gus Baha’ juga mengingatkan bahwa setiap orang bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara yang sederhana, yaitu menghindari perilaku yang merugikan orang lain.
Dalam konteks ini, Gus Baha’ menyampaikan pandangan yang sangat membumi dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Banyak orang yang merasa terbebani oleh ekspektasi untuk selalu berbuat baik secara nyata kepada sesama, namun Gus Baha’ menjelaskan bahwa menghindari keburukan saja sudah menjadi kontribusi positif bagi lingkungan.
Gus Baha’, yang dikenal karena ceramahnya yang penuh hikmah dan humor, kembali menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana dan penuh kasih.
Ia mengajak umat untuk lebih bijak dalam memaknai perbuatan baik, tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga dalam pengendalian diri agar tidak merugikan orang lain.
Pandangan seperti ini semakin menunjukkan keunikan Gus Baha’ sebagai tokoh agama yang mampu merangkul semua kalangan, termasuk generasi muda, dengan pesan-pesan yang mudah dipahami dan relevan. Warganet pun berharap agar lebih banyak ulama yang menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan membumi seperti Gus Baha’.