Tindakan Jelek Namun Tak Berdampak Buruk Bagi Orang Lain, Gus Baha’: Itu Juga Shodaqoh

Rabu, 4 Desember 2024 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tindakannya Jelek Namun Tak Berdampak Buruk Bagi Orang Lain, Gus Baha': Itu Juga Shodaqoh (Sumber: Grafis/Frensia)

Gambar Tindakannya Jelek Namun Tak Berdampak Buruk Bagi Orang Lain, Gus Baha': Itu Juga Shodaqoh (Sumber: Grafis/Frensia)

Frensia.id – Tindakan yang tidak membawa kebaikan namun juga tidak merugikan orang lain ternyata bisa dianggap sebagai bentuk sedekah. Hal ini disampaikan oleh K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Baha’, dalam sebuah ceramah yang viral di media sosial.

Potongan video ceramah tersebut dibagikan oleh akun TikTok @kajian_gusbaha pada 10 Agustus 2024, dan berhasil menarik perhatian warganet. Dalam video berdurasi singkat itu, Gus Baha’ menekankan bahwa Islam sangat menghargai tindakan yang tidak merugikan orang lain, bahkan jika tindakan itu tidak membawa manfaat yang signifikan.

“Dalam Islam itu gampang sekali menjadi orang saleh. Kalau tidak bisa berbuat baik kepada orang lain, yang penting jangan mengganggu mereka. Itu juga bagian dari sedekah kamu,” ujar Gus Baha’.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.

Baca Juga :  Tiga Tingkatan Puasa: Syariat, Thoriqoh, Hakikat

Ia memberikan contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti situasi pandemi COVID-19.

“Misalnya, secara ilmu medis kamu dinyatakan positif COVID. Secara protokol, kamu tidak boleh bertemu orang lain, lalu kamu memutuskan untuk mengisolasi diri. Ketika kamu berniat untuk tidak menularkan bahaya kepada orang lain, itu juga bisa dianggap sebagai sedekah,” tegas Gus Baha’.

Pesan ini memperlihatkan keindahan ajaran Islam yang menilai niat baik, sekalipun tindakan itu sederhana atau bahkan berupa pengendalian diri. Gus Baha’ juga mengingatkan bahwa setiap orang bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara yang sederhana, yaitu menghindari perilaku yang merugikan orang lain.

Dalam konteks ini, Gus Baha’ menyampaikan pandangan yang sangat membumi dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Banyak orang yang merasa terbebani oleh ekspektasi untuk selalu berbuat baik secara nyata kepada sesama, namun Gus Baha’ menjelaskan bahwa menghindari keburukan saja sudah menjadi kontribusi positif bagi lingkungan.

Baca Juga :  Komitmen NU Ranting, Di Desa Purwoasri Jember, Adakan Lailatul Ijtima' Untuk Bermanfaat Pada Masyarakat

Gus Baha’, yang dikenal karena ceramahnya yang penuh hikmah dan humor, kembali menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana dan penuh kasih.

Ia mengajak umat untuk lebih bijak dalam memaknai perbuatan baik, tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga dalam pengendalian diri agar tidak merugikan orang lain.

Pandangan seperti ini semakin menunjukkan keunikan Gus Baha’ sebagai tokoh agama yang mampu merangkul semua kalangan, termasuk generasi muda, dengan pesan-pesan yang mudah dipahami dan relevan. Warganet pun berharap agar lebih banyak ulama yang menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan membumi seperti Gus Baha’.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB