Frensia.id- Aksi perampokan bersenjata tajam meneror Toko Mas Murni di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Jember. Dua orang korban yang merupakan ibu dan anak pemilik toko mengalami luka-luka serius akibat bacokan senjata tajam pelaku.
Seorang saksi mata di lokasi, Tejo, menceritakan bahwa peristiwa berdarah tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Dia mendadak curiga saat melihat ada mobil putih mencurigakan yang terparkir tepat di depan toko.
“Saya kira ada masalah apa, kok tiba-tiba ada mobil keluar gerombolan, langsung saya ke lokasi,” kata Tejo di lokasi kejadian, Kamis (22/10/2026).
Tejo menjelaskan bahwa para pelaku yang berjumlah dua orang mengenakan penutup muka saat menyerang para korban di dalam toko. Korban sang ibu dan anak laki-lakinya (Aliong) langsung disasar oleh para pelaku menggunakan celurit.
“Di dalam ada dua orang yang bacok, yang satunya di depan pintu dan satunya masuk ke dalam,” ujarnya.
Dalam aksi nekat tersebut, para pelaku berhasil merampas satu tas berisi valuta asing (valas) milik korban. Korban Aliong terkena bacokan di bagian tangan, sementara sang ibu mengalami luka bacok pada bagian kepala.
“Sudah kelihatan anaknya sama ibunya sudah berdarah, lalu saya lapor ke polisi,” paparnya.
Usai menganiaya korban dan menggasak tas valas, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil ke arah timur. Tejo menambahkan bahwa dirinya sempat tidak menyangka kejadian tersebut adalah aksi perampokan.
“Saya kira pembeli, ternyata rampok dan ibunya yang diserang,” ungkapnya.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengatakan polisi masih melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.
“Terkait kasus itu, sedang dilakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, kami bersama anggota. Masih mengejar pelaku dan terkait perkembangan kasus akan kami kabari lebih lanjut,” tandasnya.
Sebagai informasi, Polres Jember menerima laporan resmi terkait insiden perampokan ini sekitar pukul 09.00 WIB. Kedua korban yang terluka telah dievakuasi warga dan petugas ke Rumah Sakit dr. Soebandi untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat ini situasi di lokasi kejadian masih diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Petugas masih menunggu kedatangan Tim Inafis serta perwakilan keluarga korban untuk melakukan olah TKP.
Toko Emas Murni sebelumnya juga pernah menjadi sasaran perampokan pada Kamis (24/11/2022). Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa kabur perhiasan emas dan uang tunai milik pemilik toko.
Berdasarkan laporan saat itu, barang yang hilang berupa perhiasan emas dengan berat sekitar dua kilogram serta uang tunai kurang lebih Rp19 juta.
Polisi kemudian berhasil mengungkap kasus tersebut. Seorang tersangka berinisial SY, berusia 39 tahun, ditangkap pada 27 November 2022. Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sekitar 1,5 kilogram perhiasan emas.






