UIN KHAS Unik! Budidayakan Ikan Nila, Budayakan Nilai Moderasi Beragama

Rabu, 18 September 2024 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar UIN KHAS Unik! Budidayakan Ikan Nila, Budayakan Nilai Moderasi Beragama (Sumber: Humas UIN KHAS Jember)

Gambar UIN KHAS Unik! Budidayakan Ikan Nila, Budayakan Nilai Moderasi Beragama (Sumber: Humas UIN KHAS Jember)

Frensia.id- Universitas Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember memiliki inovasi yang terbilang unik dalam membudayakan nilai-nilai modarasi agama. Kemarin, 17/09/2025, Lembaga Penelitian dan Pengebadian kepada Masyararakat (LPPM) secara resmi meluncurkan program “Kampung Moderasi Beragama” melalui budidaya ikan nila.

Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Baitur Rahman, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember. LP2M UIN KHAS Jember merupakan lembaga yang tampak sangat serius mengupayakan pengembangan nilai-nilai moderasi agama di masyarakat.

Peluncuran “Kampung Moderasi Agama” menjadi salah satu program unggulan yang dicanangkannya. Zainal Abidin, selaku kepala LP2M, menuturkan bahwa agenda tersebut telah direncanakan secara matang bahkan jauh-jauh hari. Targetnya adalah secara serius mengupayakan nilai-nilai moderasi dapat kuat menjadi budaya kehidupan sosial masyarakat.

“Kegiatan kami di LP2M dimulai sejak April 2024 dengan pendampingan tentang moderasi beragama, dilaksanakan di berbagai tempat seperti kantor desa, masjid, dan gereja. Ini menunjukkan ikhtiar kami untuk menguatkan moderasi beragama di Desa Sumberjati,” ungkapnya.

Sedikitnya, ada dua kegiatan yang dilaksanakan dalam prosesi peluncuran program serius tersebut. Keduanya adalah peluncuran buku tentang moderasi bergama dan peresmian kerambah atau budidaya ikan nila.

Buku yang dilaunching dalam acara tersebut berjudul, “Pelangi Damai: Petualangan Moderasi Beragama di Lereng Gunung Raung”. Karya ini dipersembahkan sebagai salah satu sumber pustaka untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama.

Baca Juga :  Akademisi Jadi Budak Politisi: Hilangnya Marwah Perguruan Tinggi

Begitupuan kegiatan budidaya kerambah ikan Nila, tentu juga dianggap berhubungan dengan upaya penguatan nila-nilai moderasi beragama.

Zainal memaparkan bahwa budidaya ikan nila di Daerah Aliran Moderasi (DAM). Baginya, budidaya ikan nila dapat menjadi instrumen agar masyarakat dapat bersatu dan hidup rukun. Moderasi agama, bagi kepala LP2M ini, tidak selamanya berhubungan dengan agama.

Kerambah ikan dengan penebaran 4.200 benih ikan nila sebagai simbol integrasi aspek sosial dan ekonomi dalam moderasi beragama.

“Kegiatan terkait moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan masalah keagamaan saja, tetapi juga memperkuat dimensi sosial yang lainnya,” tambahnya.

Menyaksikan agenda besar LP2M UIN KHAS Jember ini, Kepala Desa Sumberjati, Andria Suwito, mengaku sangat bersyukur. Bahkan ia memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desa mereka.

“Yang paling penting adalah kebersamaan antara umat beragama atau keyakinan kita masing-masing karena yang perlu kita pupuk adalah rasa kesatuan dan persatuan,” pungkasnya.

Senada dengan Kades Sumnberjati, Camat Silo, Joni Pelita Kurniawansyah , juga menyampaikan apresiasi dan harapannya.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap bisa menciptakan kerukunan umat beragama yang damai dan harmonis,” katanya.

Acara besar ini juga didukung penuh oleh Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Khairul Faizin. Baginya kegiatan pembangan moderasi agama sangat penting di tengah heterogenitas masyarakat Indonesia.

“Kita harus bekerja sama dan saling menghormati, menjadikan moderasi beragama sebagai landasan untuk mewujudkan kesatuan dan harmoni di tengah keberagaman”, tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Hendy Sakit dan Dirawat di RSD Soebandi Jember

Kegiatan pengembangan moderasi agama ini tampak didukung oleh banyak pihak. Salah satu buktinya, ada banyak tokoh penting yang hadir pada acara tersebut. Mulai dari para pimpinan UIN KHAS Jember, (seperti Dr. H. Khairul Faizin,  H. Ainur Rafik, Zainal Abidin), Kasubag TU Kemenag, (Ahmad Tholabi), Camat Silo (Joni Pelita Kurniawansyah), Kapolsek Silo (AKP. M. Na’i), Danramil (diwakili oleh Bati Wanwil, Hariyanto), Kepala KUA Silo (Mulyadi) Ketua IPARI Jember (Cecep Hendrik Adiatna), perwakilan NU dan Muhammadiyah, hingga Hingga para romo Katolik juga turut hadir.

Pendapat menarik disampaikan oleh Ketua Stasi Santo Agustinus, Sugiarto. Ia yang merupakan non Muslim juga memberikan tanggapan positif.

“Ini merupakan mukjizat karena terasa sekali kegembiraan di sini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sebatas acara seremonial tapi bisa menjadi tindak lanjut untuk semua insan,” katanya.

Secara garis besar, UIN KHAS Jember berharap pelaksanaan budidaya kerambah ikan dan penebaran 4.200 benih ikan nila dapat menjadi simbol keberlanjutan program moderasi beragama.

Bahkan kerjasama berbagai pihak, Desa Sumberjati yang menjadi daerah garapan program tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat diterapkan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Pandangan Plato Mengenai Swasembada
Tentang Protes RUU TNI, Komentar Deddy Corbuzier Dianggap Keliru
Apa Peranan Tentara Apabila Tidak Ada Perang? Begini Penjelasan Pakar Politik Militer
Akademisi Jadi Budak Politisi: Hilangnya Marwah Perguruan Tinggi
Dituding Adanya Pungutan Pada Sekolah di Jember, Begini Tanggapan MKKS SMK Swasta Kabupaten Jember
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Dibarengi Prof. Babun Soeharto, Mantan Menpora Sebut Stadion Bola UIN KHAS Rumputnya Bagus

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Senin, 24 Maret 2025 - 20:45 WIB

Pandangan Plato Mengenai Swasembada

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:15 WIB

Tentang Protes RUU TNI, Komentar Deddy Corbuzier Dianggap Keliru

Jumat, 21 Maret 2025 - 11:12 WIB

Apa Peranan Tentara Apabila Tidak Ada Perang? Begini Penjelasan Pakar Politik Militer

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:31 WIB

Akademisi Jadi Budak Politisi: Hilangnya Marwah Perguruan Tinggi

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB