Vasily Nebenzya Kritik Sikap Barat di Dewan Keamanan PBB

Thursday, 31 October 2024 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Vasily Nebenzya Kritik Sikap Barat di Dewan Keamanan PBB" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Vasily Nebenzya, Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB mengkritik Amerika Serikat dan sekutunya dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Ukraina pada tanggal 30 Oktober 2024.

Dalam pernyataannya, Nebenzya menyoroti dugaan standar ganda yang diterapkan oleh negara-negara Barat terkait kerja sama militer antara Rusia dan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara.

“Saya ingin menanyakan satu pertanyaan yang sangat sederhana,” ujar Nebenzya dalam pertemuan tersebut.

Nebenzya melanjutkan dengan mempertanyakan sikap neo-kolonial negara-negara Barat yang, menurutnya, memperlakukan hak militer mereka sendiri dengan pengecualian, sementara menghambat kebijakan serupa oleh negara-negara lain.

“Dari mana Anda mendapatkan keyakinan tidak berdasar ini bahwa orang lain dilarang melakukan apa yang Anda lakukan?” ujarnya pada tanggal 30/10/2024.

Baca Juga :  Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody's Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Ia menambahkan bahwa Rusia mengetahui narasi yang selama ini diciptakan oleh Barat yang menyebut Ukraina sebagai korban dan Rusia sebagai agresor.

Lebih lanjut, Nebenzya menegaskan bahwa krisis Ukraina tidak mungkin terjadi tanpa kebijakan agresif dari rezim Kiev yang, menurutnya, memulai konflik dengan melancarkan serangan terhadap warga sipil di Donbass.

Ia menyebutkan bahwa kudeta anti-konstitusional di Maidan yang didukung oleh negara-negara Barat adalah awal dari konflik, yang diperparah dengan sabotase pelaksanaan perjanjian Minsk oleh Ukraina.

Nebenzya juga mengungkapkan kekejaman yang diduga dilakukan oleh tentara Ukraina terhadap warga sipil Rusia pada serangan bulan Agustus lalu.

“Internet dibanjiri dengan bukti bahwa ‘bandit berseragam’ ini secara sadar membunuh warga sipil Rusia, tidak menyisakan wanita, anak-anak, maupun orang tua, dan dengan sengaja menargetkan mobil dan ambulans sipil,” ungkap Vasily Nebenzya.

Baca Juga :  Nobody's Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Ia menyebut bahwa sebagian besar tentara Ukraina merupakan tentara bayaran asing, terutama dari AS, Inggris, dan Polandia, yang turut melakukan penjarahan dan kejahatan lain.

Rusia telah mengangkat isu kejahatan ini dalam pertemuan Formula Arria DK PBB pada 25 Oktober lalu, tetapi Nebenzya menyatakan bahwa para perwakilan Barat menolak bukti yang disajikan.

“Perwakilan Anda datang dengan naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan mereka mengabaikan kenyataan yang diperlihatkan kepada mereka. Inilah puncak sinisisme,” tegas Nebenzya.

Pernyataan Nebenzya mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara Rusia dan negara-negara Barat di Dewan Keamanan PBB, menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai konflik Ukraina tetap menjadi isu panas dalam perdebatan internasional.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem
Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

TERBARU