Jubir Kementerian Luar Negeri DPRK Kecam Keras Masuknya Jerman ke dalam Komando PBB

Thursday, 8 August 2024 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Kim Jong Un sumber edit by elriyadh

Ilustrasi gambar Kim Jong Un sumber edit by elriyadh

Frensia.id – Kementerian Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mengeluarkan pernyataan keras mengecam keputusan Jerman untuk bergabung dengan Komando PBB.

Dalam pernyataan pers yang digelar di Pyongyang, 6 Agustus 2024, Jubir Kemenlu DPRK menganggap hal ini merupakan sebuah mekanisme agresi multinasional yang dipimpin oleh AS.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri DPRK, langkah Jerman bergabung dengan Komando PBB dianggap merusak perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.

Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa Komando PBB, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, adalah entitas ilegal yang didirikan di bawah kedok PBB.

“Ini adalah mekanisme untuk perang agresi yang dimulai saat Perang Korea pada tahun 1950 dan seharusnya telah dibubarkan sesuai resolusi Majelis Umum PBB tahun 1975,” ujar Jubir Kemenlu DPRK.

Baca Juga :  Gus Fawait Targetkan Jember Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029

Komando PBB sendiri dianggap sebagai mekanisme ilegal untuk melakukan perang agresif yang dipalsukan oleh AS dengan menyalahgunakan nama PBB untuk menyeret angkatan bersenjata negara-negara bawahannya ke dalam Perang Korea yang dipicu oleh PBB pada tahun 1950.

DPRK juga menegaskan bahwa resolusi Majelis Umum PBB ke-30 pada tahun 1975 telah mengadopsi pembubaran Komando PBB sesuai dengan kemauan negara-negara anggota PBB yang menginginkan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Langkah Jerman bergabung dengan Komando PBB dianggap sebagai tindakan yang merugikan bagi kepentingan pembangunan DPRK dan akan memperburuk situasi militer dan politik di semenanjung Korea dan seluruh kawasan.

Baca Juga :  Atasi Kemiskinan Ekstrem, Gus Fawait Siapkan Skema Pelatihan & Akses Lahan Perhutanan Sosial

“Masuknya Jerman ke komando PBB jelas tidak membantu menjaga perdamaian di semenanjung Korea dan wilayah lainnya” jelasnya.

Jubir Kemenlu DPRK menegaskan bahwa konfrontasi militer yang terus meningkat di semenanjung Korea justru menjadi faktor yang merusak citra Jerman di mata dunia dalam menjaga keamanan.

“Jerman harus ingat bahwa intervensi militernya di semenanjung Korea, pusat pertikaian terbesar dunia, akan menjadi faktor yang merusak dalam menjaga keamanan dan citranya” ucap jubir.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ketua Bapemperda DPRD Jember Respon soal Perda Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
DPC GMNI Jember Adakan Audiensi Bersama DPRD Dukung Pengesahan RUU PPRT
Atasi Kemiskinan Ekstrem, Gus Fawait Siapkan Skema Pelatihan & Akses Lahan Perhutanan Sosial
DPRD Jember Dukung Pengesahan RUU PPRT Jadi UU
Pj Sekda Jember Beri Pujian pada ASN yang Lakukan Verval Data Kemiskinan
Meski Usai Terjatuh, ASN di Jember Siap Lanjutkan Verval Data Kemiskinan
Sebut Ada Upaya Framing, Aliansi Kader NasDem Jember Protes Pemberitaan Media
Gus Fawait Targetkan Jember Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029

Baca Lainnya

Tuesday, 21 April 2026 - 19:13 WIB

Ketua Bapemperda DPRD Jember Respon soal Perda Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Tuesday, 21 April 2026 - 19:09 WIB

DPC GMNI Jember Adakan Audiensi Bersama DPRD Dukung Pengesahan RUU PPRT

Tuesday, 21 April 2026 - 18:52 WIB

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Gus Fawait Siapkan Skema Pelatihan & Akses Lahan Perhutanan Sosial

Tuesday, 21 April 2026 - 11:10 WIB

Pj Sekda Jember Beri Pujian pada ASN yang Lakukan Verval Data Kemiskinan

Tuesday, 21 April 2026 - 10:46 WIB

Meski Usai Terjatuh, ASN di Jember Siap Lanjutkan Verval Data Kemiskinan

TERBARU

Air hujan yang menggenangi jalan depan Hotel Bandung Permai, Kecamatan Kaliwates, Jember, (Foto: Sigit/Frensia).

News

Hujan Deras Akibatkan Jalan di Jember Tergenang Air

Tuesday, 21 Apr 2026 - 19:03 WIB