Gaduh Naturalisasi Pemain Timnas Sepakbola Indonesia, Begini Kata Peneliti!

Thursday, 19 September 2024 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timnas Indonesia berfoto sebelum melawan Australia dalam pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/tom/am)

Timnas Indonesia berfoto sebelum melawan Australia dalam pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/tom/am)

Frensia.idTim Nasional (timnas) Sepakbola Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Terakhir pasukan Garuda berhasil menahan imbang Arab Saudi pada Jumat (6/9/2024) dan Australia pada Selasa (10/9).

Timnas Indonesia masih akan melakoni pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia bulan depan melawan Bahrain (10/10/2024) dan China (15/10), serta berhadapan dengan Jepang dan Arab Saudi pada pertengahan September.

Namun, di tengah perjuangan Timnas untuk bisa tampil di Piala Dunia saat ini tengah terjadi kegaduhan soal Naturalisasi pemain yang tengah gencar dilakukan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

Pemain yang baru-baru telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ialah Eliano Reijnders dan Mees Hilgers. Hal ini diputuskan dalam rapat paripurna ke-7 masa persidangan I tahun sidang 2024-2025 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 19 September 2024.

Hal tersebut kemudian membuat masyarakat gaduh di media sosial dikarenakan komposisi pemain Timnas lebih dari 60 persen merupakan pemain naturalisasi.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Siapkan Keamanan Berlapis saat Pelaksanaan UM-PTKIN

Pemain naturalisasi di Timnas Indonesia pada era Shin Tae-yong, diantaranya, ialah : Marc Klok, Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jens Ravenc, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Maarten Paes.

Namun, dengan banyaknya pemain naturalisasi di tubuh Timnas Sepakbola Indonesia peneliti menyebut belum menunjukkan hasil memuaskan.

Salah satunya, ialah penelitian yang dilakukan oleh oleh Abrar, Syahruddin, dan Alvan Kharis Aneboa, dan diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 2 No. 2, Mei 2024.

Dalam penelitian yang berjudul, “Pemain Naturalisasi: Masalah Hukum, Nasionalisme, dan Identitas Sosial dalam Sistem Sepakbola Elit Indonesia”, mereka menyebut bahwa pengaruh pemain naturalisasi terhadap prestasi timnas sepak bola Indonesia masih menjadi perdebatan.

Meskipun kehadiran pemain naturalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas timnas, kenyataannya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Timnas U-23 Indonesia gagal lolos ke Olimpiade 2024, meskipun berhasil meraih peringkat keempat di Piala Asia U-23.

Baca Juga :  Didukung Puluhan Tokoh Lintas Agama, UIN KHAS Kuatkan Gerakan Eko-Teologi Berkesadaran Moderasi

Sementara itu, tim senior juga berjuang untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh Univesitas Sulawesi Tenggara itu juga menyebut bahwa Beberapa kritik muncul terkait proses naturalisasi, di mana ada anggapan bahwa naturalisasi merupakan cara instan yang dapat menghambat pertumbuhan pemain lokal dan merusak sistem pembinaan usia muda yang telah dibangun.

Pemain naturalisasi dianggap sebagai solusi jangka pendek, dan ada kekhawatiran bahwa mereka tidak selalu mampu membawa kesuksesan bagi timnas.

Secara keseluruhan, meskipun pemain naturalisasi memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas tim, prestasi yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai, dan proses naturalisasi harus dilakukan dengan cara yang tepat agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026
Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026
BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial
Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab
Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah
UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama
Hubungan NU dengan Kekuasaan, KH Zainil Ghulam: Mengontrol Penguasa
Kiai-Kiai Besar Jember Antar Kepergian Prof Hepni, Sosok Rektor Yang Upayakan UIN KHAS Jadi Pusat Studi Pesantren

Baca Lainnya

Monday, 6 July 2026 - 22:56 WIB

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026

Monday, 6 July 2026 - 19:00 WIB

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026

Friday, 3 July 2026 - 19:57 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial

Wednesday, 24 June 2026 - 22:28 WIB

Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab

Wednesday, 24 June 2026 - 21:54 WIB

Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah

TERBARU

Gambar Portugal Pulang! Spanyol Kubur Harapan Ronaldo Di Piala Dunia (Sumber: Grafis Frennsia)

Sportia

Portugal Pulang! Spanyol Kubur Harapan Ronaldo Di Piala Dunia

Tuesday, 7 Jul 2026 - 05:09 WIB

Warga setempat saat mengevakuasi mayat di pekarangan desa (Foto: Istimewa).

Criminalia

Pria di Jember Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Nangka

Monday, 6 Jul 2026 - 21:43 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading