Frensia.id – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim), H. M. Arum Sabil, mengapresiasi budaya akademik yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Hal itu dia sampaikan usai Fakultas Kedokteran Unusa menjalin kerja sama dengan Kwarda Pramuka Jatim, di Padepokan H.M. Arum Sabil, Tanggul, Jember.
Dalam kerja sama tersebut, pihak Unusa telah membuka jalur khusus Pramuka saat akan masuk kampus.
“Fakultas Kedokteran Unusa ini sangat luar biasa. Jadi bukan hanya bagaimana secara akademik, tapi bagaimana disiplin di situ ditanamkan agar mereka bisa lulus tepat waktu,” kata Arum, saat di depan Padepokannya, Kecamatan Tanggul, kabupaten Jember, pada Selasa (19/5/2026).
Diketahui Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa ialah Prof. Budi Santoso, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Dekan FK Unair Surabaya periode 2020–2025.
Unusa merupakan kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS).
Ketua Yarsis, Prof. Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa bergabungnya Prof Budi Santoso di Unusa karena dirinya mempunyai misi yang sama dengan pihak kampus.
“Beliau punya misi yang sama dengan kita. Dokter bukan sekedar ahli nyuntik. Tetapi banyak kemampuan yang harus dikembangkan, sehingga ujung-ujungnya itu kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” tutur Prof Nuh.
Prof Nuh, juga menyampaikan bahwa Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, merupakan mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode 2011–2015.
Dia berharap dengan Rektor Unusa yang berlatar belakang akademisi ahli teknologi, Fakultas Kedokteran Unusa bisa sekaligus diajari ilmu teknologi saat perkuliahan berlangsung.
“Oleh karena itu, kita ingin nanti menggabungkan di Fakultas Kedokteran itu, tidak hanya ilmu medis semata, tapi ada teknologinya pun juga kita kawinkan di situ,” tegasnya.






