Diriset Akademisi UNPAD, Politik Identitas NU-PKB Muhaimin Di Pilpres Berbahaya

Sunday, 10 November 2024 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Diriset Akademisi UNPAD, Politik Identitas NU-PKB Muhaimin Di Pilpres Berbahaya (Grafis/Canva)

Gambar Diriset Akademisi UNPAD, Politik Identitas NU-PKB Muhaimin Di Pilpres Berbahaya (Grafis/Canva)

Frensia.id- Diriset oleh Rega Imam Buchori, seorang akademisi Universitas Padjadjaran (UNPAD), menyoroti implikasi politik identitas yang terjadi pada pencalonan Muhaimin Iskandar dalam kontestasi Pemilu 2024.

Muhaimin, yang mencalonkan diri sebagai pasangan Anies Baswedan dalam koalisi AMIN, secara terbuka menegaskan bahwa dirinya adalah kader sejati Nahdlatul Ulama (NU).

Melalui pernyataannya, Muhaimin mengimplikasikan bahwa warga NU yang tidak mendukung pasangan AMIN seolah meragukan identitas ke-NU-an mereka. Pernyataan ini, menurut Rega, adalah bentuk upaya penggalangan dukungan berbasis sentimen keagamaan dan ikatan historis antara NU dan PKB, meskipun keduanya secara struktural berbeda.

Namun, meski Muhaimin tidak secara eksplisit memaksakan politik identitas, penggunaan retorika ini tetap dianggap berbahaya. Politik identitas, ketika digunakan dalam kampanye politik, dapat menjadi alat yang kuat untuk memperkuat basis dukungan.

Baca Juga :  Gus Fawait Sampaikan Penjelasan Raperda APBD 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Senilai Rp 4.520 Triliun

Namun, dampaknya tidak selalu positif. Warga NU yang memiliki afiliasi berbeda, seperti Khofifah Indar Parawansa—Ketua Umum PP Muslimat NU dan Gubernur Jawa Timur—yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran, menegaskan bahwa tidak semua warga NU tunduk pada narasi politik identitas yang diusung oleh Muhaimin.

Pernyataan Muhaimin yang mempertanyakan kesetiaan ke-NU-an lawan politiknya memicu ketegangan di kalangan basis pemilih NU. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi perpecahan di dalam organisasi NU, yang selama ini dikenal moderat dan menjunjung tinggi kerukunan umat. J

ika isu ini tidak dikelola dengan baik, politisasi identitas agama dapat memperburuk polarisasi di tengah masyarakat dan merugikan NU sebagai lembaga, serta menciptakan potensi perpecahan yang lebih besar.

Baca Juga :  Pemkab Jember Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Arjasa yang Meninggal di Malaysia

Rega menegaskan bahwa jika politik identitas mendominasi, konsekuensinya bisa lebih dari sekadar persaingan politik. Politisasi agama berisiko merusak demokrasi yang sehat, memperdalam jurang perbedaan, dan menimbulkan keresahan sosial.

Di sisi lain, meskipun dapat meningkatkan basis dukungan Muhaimin di antara warga NU, ia juga harus menghadapi tantangan besar dalam meredakan ketegangan internal dan menangani potensi dampak negatifnya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat NU dan Indonesia pada umumnya untuk menyadari bahaya dari penggunaan politik identitas.

Lebih baik berkonsentrasi pada cita-cita bersama dan isu-isu politik substansial yang dapat menjaga persatuan, stabilitas, dan demokrasi yang sehat di tengah masyarakat Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan
Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan
Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg
Pemkab Jember Perluas Layanan Kesehatan Gratis se-Jawa Timur, Targetkan 10.000 Pasien

Baca Lainnya

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

Monday, 26 October 2026 - 14:07 WIB

DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

Saturday, 24 October 2026 - 22:24 WIB

PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Saturday, 24 October 2026 - 16:56 WIB

Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan

TERBARU

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Republik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, saat ditemui pimpinan dekanat, setelah menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung FTIK.(Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Mahasiswa FTIK UIN KHAS Demo Tuntut Perlindungan Mahasiswa PLP

Friday, 30 Oct 2026 - 15:22 WIB

Gambar Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal

Thursday, 29 Oct 2026 - 21:40 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading