Frensia.id – Hadroh, seni Islam berbasis musik ritmis, kini menjadi salah satu media komunikasi dakwah yang efektif.
Penelitian oleh Anang Masduki dan Panqiang Niu, yang diterbitkan dalam International Journal of Visual & Performing Arts Vol. 6 (1), tahun 2024.
Hasilnya menunjukkan bahwa seni ini mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang mudah diterima masyarakat, terutama di lingkungan yang minim akses pendidikan agama.
Merek menemukan bahwa Hadroh secara signifikan meningkatkan efektivitas dakwah, terutama di kalangan ibu-ibu, remaja, dan anak-anak.
Ibu-ibu yang sebelumnya jarang terlibat dalam kegiatan keagamaan mulai aktif membaca sholawat secara ritmis dengan iringan Hadroh.
Anak-anak juga lebih antusias mempelajari agama ketika materi disampaikan melalui format melodi dan ritme. Seni ini mampu menjembatani pesan dakwah dengan cara yang menyentuh hati masyarakat.
Di beberapa daerah, seperti daerah yang ditelirinya, Hadroh tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga wahana transformasi sosial.
Melalui seni ini, nilai-nilai Islam dikemas dalam tradisi lokal sehingga masyarakat merasa lebih dekat dan terhubung dengan pesan agama.
Komunitas masjid menjadi lebih hidup, dengan peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan keagamaan. Seni ini menciptakan ruang kolaborasi antara nilai spiritual dan budaya lokal yang harmonis.
Hasil penelitian ini juga membuka wawasan baru tentang pentingnya inovasi dalam strategi dakwah.
Seni Hadroh membuktikan bahwa pendekatan berbasis budaya tidak hanya relevan, tetapi juga sangat efektif dalam menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit terlibat dalam aktivitas keagamaan.
Dengan memanfaatkan ritme dan melodi, pesan agama dapat disampaikan dengan cara yang lebih inklusif dan menarik, khususnya bagi generasi muda.
Mereka menggolongkan media komunikasi ernomosika yang mempermudah pemahaman masyarakat.
Kesimpulannya, seni Hadroh merupakan medium komunikasi agama yang tidak hanya memperkuat identitas Islam, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Dalam masyarakat yang beragam, seni ini menjadi jembatan antara tradisi dan spiritualitas, menciptakan harmoni yang memperkaya kehidupan sosial dan budaya.
Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan dakwah di era modern.