Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG Jelang Nataru, Imbau SPPG Tak Gunakan Gas Subsidi

Friday, 5 December 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana (Foto: Frensia/Sigit).

Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana (Foto: Frensia/Sigit).

Frensia.Id– Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana menjamin ketersediaan LPG di kabupaten Jember menjelang Natal dan Tahun Baru. Sampai saat ini, tidak ada keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan stok gas subsidi.

“kami menjamin ketersediaan stok yang ada di Kabupaten Jember khususnya guna mencukupi kebutuhan daripada masyarakat. kita tahu ketika kondisi hujan orang-orang juga malas untuk keluar sehingga apa yang dijual oleh UMKM juga tidak bisa dibeli sehingga permintaan LPG 3 kg-nya tidak begitu tinggi,” katanya, Jum’at (5/12/2025).

Selanjutnya kata dia, pihaknya mengimbau agar SPPG tidak menggunakan gas LPG bersubsidi. Pasalnya, LPG bersubsidi diperuntukkan kepada pemakaian rumah tangga, UMKM, nelayan sasaran dan petani sasaran.

Baca Juga :  Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa peruntukan pemakaian LPG yang bersubsidi atau LPG 3 kg ini untuk rumah tangga, UMKM, nelayan sasaran, dan petani sasaran,” ujarnya.

Ikbal menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada agen LPG yang ada di Jember. Agar mereka tidak melayani SPPG yang hendak menggunakan gas LPG bersubsidi.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada agen LPG 3 kg yang ada di Kabupaten Jember untuk tidak melayani SPPG yang ada di Kabupaten Jember,” paparnya.

Kata dia, pihak agen juga akan melakukan sosialisasi. Supaya SPPG menggunakan gas LPG yang non-subsidi.

Baca Juga :  Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara

“Kemudian nanti juga teman-teman agen sudah kita sosialisasikan agar supaya SPPG itu memakai LPG yang non-subsidi minimal yang 5,5 kg yang warna pink 12 kg atau mungkin bahkan yang 50 kg,” tambahnya.

Jika ada agen yang menjual gas LPG bersubsidi kepada SPPG. Maka pihaknya akan melakukan teguran bahkan sanksi kepada agen penyuplainya.

“Terkait sanksi sampai saat ini kita masih belum tahu ya sanksinya seperti apa. Yang jelas nanti kita akan memberikan teguran dulu ke penyuplainya,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta
Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara
Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bondowoso Gelar Rakor Sinergi Antar Instansi
Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa
Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei
Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan
Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir
Tag :

Baca Lainnya

Monday, 6 April 2026 - 08:57 WIB

Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta

Wednesday, 1 April 2026 - 16:49 WIB

Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara

Tuesday, 31 March 2026 - 16:06 WIB

Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bondowoso Gelar Rakor Sinergi Antar Instansi

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 March 2026 - 18:33 WIB

Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes

TERBARU

Wakil rektor II UIN KHAS Jember sebagai perwakilan dari kampus, saat menerima penghargaan dari KPPN Jember (Foto: Tim Keuangan UIN KHAS untuk Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Siapkan Rencana Menuju Status PTNBH

Wednesday, 15 Apr 2026 - 19:00 WIB