Refleksi Akhir Tahun: PUSHAM dan PSAD UII Soroti Mandeknya Reformasi, Ajukan Lima Tuntutan pada Pemerintahan Prabowo–Gibran

Tuesday, 30 December 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana diskusi PUSHAM dan PSAD UII Soroti Mandeknya Reformasi pada Pemerintahan Prabowo–Gibran.

Suasana diskusi PUSHAM dan PSAD UII Soroti Mandeknya Reformasi pada Pemerintahan Prabowo–Gibran.

YOGYAKARTA, Frensia.id — Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PSAD) Universitas Islam Indonesia (UII) menilai pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan kemunduran serius dalam agenda reformasi hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

Penilaian tersebut disampaikan dalam seminar refleksi akhir tahun 2025 yang digelar di Gedung Yayasan Wakaf UII, bertajuk “Hukum dan Politik Pemerintahan Prabowo–Gibran”, Selasa (30/12/2025).

Masduki, Kepala PSAD UII mengatakan, reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 tidak hanya mengalami stagnasi, tetapi juga memperlihatkan gejala kemunduran dengan menguatnya praktik kekuasaan otoriter.

“Reformasi telah berhenti, bahkan muncul gejala otoritarianisme nostalgia. Ada anekdot yang sering terdengar, ‘kepiye to, enak jamanku’,” ujar Masduki.

Ia menilai demokrasi di Indonesia kini dijalankan secara formalistik dan bersifat instrumental. Prosedur demokrasi tetap jalan, namun substansi kebijakan dan pengelolaan kekuasaan justru dijalankan secara sentralistis dan represif.

Sementara itu, Dewan Penasihat PUSHAM UII, Dafri Agussalim menyoroti kemunduran kinerja pemerintahan yang menurutnya sudah terlihat sejak awal pembentukan kabinet. Ia mengkritik kabinet yang dinilai terlalu gemuk dan sarat kepentingan politik.

Baca Juga :  Sterilisasi Pelabuhan Ketapang, GAPASDAP : Harus Menjadi Tonggak Lahirnya Budaya Keselamatan

“Jika dibandingkan dengan China, Amerika Serikat, atau negara lain, kabinet mereka relatif kecil dan mudah dalam kordinasi. Di Indonesia, kabinet yang gemuk justru menimbulkan dampak negatif,” ucapnya.


Efek dominonya menurut Dafri, banyak menteri yang diutus parpol tidak memiliki kompetensi profesional sesuai bidangnya. Selain itu, setiap menteri membawa misi dan kepentingan partai, yang kerap beririsan dengan agenda elektoral.

Ia mencontohkan kunjungan sejumlah menteri dan pejabat ke lokasi bencana banjir di Sumatera yang dinilainya lebih berorientasi pada pencitraan politik ketimbang respons kebijakan yang substansial.

“Mereka memiliki misi dan tujuan untuk menaikkan elektabilitas yang menguntungkan partainya,” ujarnya.

Dafri juga menilai mandeknya penegakan HAM tidak terlepas dari lemahnya pengetahuan pemerintah. Ahkirnya kebijakan dibangun tanpa kajian mendalam dan cenderung implusif.

“Banyak kebijakan dibangun secara impulsif. Baru ada ide saat bangun tidur, langsung dijadikan program, atau punya ide di kamar mandi, langsung dijadikan program,” katanya.

Kepala PUSHAM UII Eko Riyadi menambahkan, kondisi tersebut diperparah oleh sikap pemerintah yang dinilai tidak mau mendengar suara publik. Hal ini tampak dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM, salah satunya kasus meninggalnya Afan Kurniawan pada Agustus lalu.

Baca Juga :  PKBM Merdeka Jalin Kerjasama dengan LPK Desy Education di bidang Pendidikan Kesetaraan dan Pelatihan Keterampilan

“Presiden baru mengetahui kasus itu keesokan harinya. Ini menimbulkan pertanyaan, mengapa informasi tidak sampai? Ada indikasi upaya menutupi informasi oleh orang-orang dekat kekuasaan,” ujar Riyadi.

Di penghujung acara ini, PUSHAM dan PSAD UII menghasilkan rekomendasi yang menjadi lima poin tuntutan kepada pemerintah Prabowo–Gibran.

  1. Mendesak penghentian keterlibatan militer dalam program prioritas dan jabatan sipil, serta mengembalikan TNI-Polri pada fungsi pertahanan-keamanan.
  2. Segera hentikan penangkapan dan represi terhadap aktivis serta melakukan reformasi total terhadap Polri, Kejaksaan, hingga Mahkamah Agung.
  3. Menghentikan sementara seluruh PSN, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Food Estate, dan koperasi merah putih, terutama rencana penanaman sawit di wilayah Timur hingga ada kajian dampak lingkungan dan sosial yang mendalam.
  4. Menuntut evaluasi izin eksploitasi lingkungan, ganti rugi masyarakat, serta penghentian pendekatan keamanan di Aceh.
  5. Mengkaji ulang pemotongan anggaran negara yang berdampak pada pemenuhan hak dasar masyarakat dan penguatan pengawasan penyelenggaraan hukum.
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi
Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut
Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi
Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo
Panen 80 Ton Benih Bhayangkara, Polda Jatim Dukung Asta Cita Prabowo Gibran
Mobil Xenia Terperosok ke Selokan di Licin Banyuwangi Usai Hindari Hewan Melintas
Satreskrim Polresta Banyuwangi Raih Peringkat II Pengungkapan 3C se Jatim
Gubernur Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim dan Buka Studium Generale Beasiswa Pemprov 2026

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 21:58 WIB

Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi

Monday, 14 September 2026 - 21:49 WIB

Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut

Sunday, 13 September 2026 - 13:06 WIB

Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Sunday, 13 September 2026 - 08:30 WIB

Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo

Friday, 11 September 2026 - 18:14 WIB

Panen 80 Ton Benih Bhayangkara, Polda Jatim Dukung Asta Cita Prabowo Gibran

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading