FRENSIA.ID – Bagi para pecinta “Raja Buah,” Kabupaten Jember di Jawa Timur ternyata menyimpan harta karun botani yang tak ternilai. Di balik rimbunnya hutan tropis lereng pegunungan wilayah ini, tersembunyi varietas durian lokal yang berpotensi menjadi komoditas eksklusif kelas dunia.
Fakta menarik ini terungkap melalui riset mendalam yang dilakukan oleh tim akademisi Universitas Jember (UNEJ), yang membawa kabar gembira bagi dunia agrikultur dan penikmat durian nusantara. Tim peneliti yang digawangi oleh Vega Kartika Sari, Halimatus Sa’diyah, dan Basuki melakukan ekspedisi ilmiah untuk memetakan potensi emas hijau ini.
Fokus penelitian mereka menyasar dua lokasi legendaris yang selama ini dikenal sebagai “surga durian” di Jember, yakni Kecamatan Panti yang berdiri gagah di kaki Gunung Argopuro, serta Kecamatan Sumberjambe yang subur di lereng Gunung Raung. Misi utama riset ini bukan sekadar survei biasa, melainkan sebuah upaya eksplorasi untuk mengarakterisasi morfologi dan ekologi durian lokal yang selama ini mungkin belum terekspos secara ilmiah.
Investigasi yang berlangsung intensif antara bulan April hingga Juli 2023 ini menelisik detail topografi, jenis tanah, hingga iklim mikro yang membentuk cita rasa unik durian Jember. Hasil penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Volume 09 (2024) ini memberikan data yang sangat menjanjikan.
Melalui analisis klaster, para peneliti menemukan keragaman genetik yang kaya namun spesifik. Di wilayah Panti, dari 10 aksesi durian lokal yang diteliti, terdapat tingkat kemiripan genetik sebesar 66 persen, di mana varietas “Montong Belanda” dan “Gendon” tercatat memiliki kemiripan tertinggi hingga 75 persen, menandakan adanya galur murni yang kuat.
Temuan yang lebih mengejutkan justru datang dari lereng Gunung Raung di Sumberjambe. Di antara 10 durian lokal yang diuji, varietas bernama “Si Sukun” menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda secara signifikan dibandingkan varietas lainnya.
Keunikan “Si Sukun” ini menjadi sinyal kuat adanya varietas unggul baru yang eksklusif dan belum banyak diketahui publik luas. Sementara itu, varietas LK 1 dan LK 4 di wilayah yang sama menunjukkan kemiripan hingga 85 persen.
Kesimpulan dari riset akademisi UNEJ ini menjadi landasan penting bagi masa depan durian Jember. Data karakteristik morfologi dan ekologi ini adalah kunci untuk pengelolaan tanaman durian lokal agar tidak punah dan kualitasnya tetap terjaga.
Dengan validasi ilmiah ini, durian lokal Jember, khususnya varietas unik seperti Si Sukun, memiliki peluang besar untuk dibranding sebagai varietas eksklusif yang mampu bersaing di pasar nasional.
Merespons hal tersebut, akitvis hukum lulusan Universitas Islam Negeri Kiai Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember mengaku bangga. Menurutnya, mestinya varietas unggul ini juga didorong untuk tembus pasar ekspor.
“Biar yang unggul tidak hanya tembakau dan kopi. Kita juga punya buah yang pantas tembus pasar ekspor”, ujarnya, 25/01.
Jadi, bagi Anda pemburu durian, lereng Argopuro dan Raung kini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium alam penghasil durian premium yang telah teruji secara akademis.







