Dispendik Jember Lakukan Trauma Healing di SDN 02 Jelbuk Usai Insiden Guru Over Reaktif

Tuesday, 10 February 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono. (Foto: Sigit/Frensia).

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan penanganan pasca-insiden tindakan berlebihan oknum guru di SDN 02 Jelbuk. Selain menarik guru yang bersangkutan, Dispendik juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempuh langkah persuasif dengan mendatangi sekolah dan berdialog langsung dengan para wali murid pada Minggu (8/2).

“Kami berembuk dengan para wali murid untuk mencarikan jalan dan solusi terbaik agar supaya hal ini tidak berlarut-larut. Alhamdulillah, prinsipnya kami ingin kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” katanya, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :  Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Selanjutnya, Arief menegaskan bahwa aspirasi wali murid yang menginginkan tindakan tegas telah diakomodir. Pada Senin kemarin, oknum guru tersebut telah dipanggil secara resmi ke kantor Dinas Pendidikan untuk menjalani proses pembinaan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sudah panggil guru yang bersangkutan ke Dispendik sesuai permintaan para Wali Murid. Dan dia akan menjalani proses pembinaan,” ujarnya.

Arief menambahkan, proses pencanangan tidak hanya berhenti di sana. Fokus utama penanganan kini beralih pada kondisi psikologis para siswa di SDN 02 Jelbuk pasca adanya insiden tersebut.

Baca Juga :  Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

“Tadi pagi teman-teman Dinas Pendidikan kembali ke sekolah bersama tim dari KPAI untuk melakukan trauma healing. Ini penting agar adik-adik siswa tidak ada rasa trauma yang terlalu mendalam,” paparnya.

Insiden yang dipicu oleh hilangnya uang ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan di Jember. Arief berkomitmen akan memperbaiki kinerja internal dan memperketat pengawasan melalui peran pengawas sekolah.

“Kami tidak ingin peristiwa tersebut terjadi lagi. Sebab, tindakan tersebut merugikan diri sendiri, lembaga, dan terutama merugikan para siswa,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember
28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu
Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar
Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya

Baca Lainnya

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 10:03 WIB

Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Wednesday, 23 September 2026 - 01:12 WIB

28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu

Wednesday, 23 September 2026 - 01:03 WIB

Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Tuesday, 22 September 2026 - 16:36 WIB

Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading