Anggota DPRD Jember Sebut Bakal Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Sunday, 15 March 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi B DPRD Jember, Ahmad Hoirozi. (Foto: Sigit/Frensia).

Anggota Komisi B DPRD Jember, Ahmad Hoirozi. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi fokus utama pengawasan DPRD Kabupaten Jember.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi B DPRD Jember, Ahmad Hoirozi dalam agenda Reses Persidangan ke-1 pada Sabtu (14/3).

Pria yang akrab disapa Rozi tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak segan bertindak tegas terhadap pengelola dapur yang tidak patuh pada aturan.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan, ditemukan sejumlah dapur yang terindikasi melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Saat ini, kata dia, terdapat puluhan dapur yang masuk dalam radar pengawasan ketat DPRD. Rozi merinci bahwa tindakan yang diambil mulai dari peringatan hingga penangguhan (suspensi).

“Bukan langsung disuspensi, tapi kami beri peringatan terlebih dahulu. Kemarin ada 18 dan 42 dapur yang diberi peringatan karena tidak memiliki izin. Sedangkan yang sudah disuspensi ada tiga dapur karena masalah menu yang tidak sesuai standar,” katanya.

Baca Juga :  BK Belum Terima Laporan Anggota DPRD Jember Main Game-Merokok Saat Rapat

Dia menambahkan bahwa praktik ketidaksesuaian menu sangat merugikan masyarakat serta menciderai tujuan program nasional tersebut.

Pasca-hari raya, tim pengawas direncanakan bergerak lebih masif untuk memantau kondisi di lapangan secara langsung.

“Setelah hari raya nanti tim pengawas direncanakan bergerak lebih masif untuk memantau kondisi di lapangan secara langsung,” ujarnya.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah aspek ekonomi kerakyatan. Sejalan dengan instruksi Bupati Jember, Gus Fawait, setiap dapur wajib memberdayakan UMKM lokal untuk menyuplai bahan pokok seperti tempe, tahu, dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  Rektor UNEJ Sebut Dorongan PTN Bangun SPPG Peluang Kolaborasi

“Dapur tidak boleh melakukan monopoli. Jika tidak memanfaatkan UMKM lokal, pengelola akan dijatuhi Surat Peringatan (SP).

Kami ingin ada persaingan sehat dengan banyak penyuplai agar ekonomi warga sekitar ikut bergerak,” paparnya.

Selain MBG, DPRD Jember juga tengah mengawal beberapa program strategis lainnya di tahun 2026 ini, KDMP dan Perbaikan penerangan jalan.

DPRD Jember berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh program, baik nasional maupun daerah, dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat Jember tanpa ada pihak yang mengambil keuntungan sepihak.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait
Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru
Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah
Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA
MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi
Pemkab Jember akan Perbaiki SOP Pembelian BBM Bersubsidi untuk Petani dan Nelayan
Gus Fawait Tegaskan Program Optimalisasi Lahan di Jember Bisa Tingkatkan Hasil Panen Petani

Baca Lainnya

Tuesday, 16 June 2026 - 13:34 WIB

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo

Saturday, 13 June 2026 - 14:24 WIB

Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Thursday, 11 June 2026 - 20:40 WIB

Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

Thursday, 11 June 2026 - 17:31 WIB

Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah

Thursday, 11 June 2026 - 17:23 WIB

Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading