FRENSIA.ID– Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember resmi membuka kegiatan Dialog, Workshop, dan Simulasi Penanganan Konflik Antarumat Beragama Berbasis Ekoteolog(20/05).
Acara strategis yang mempertemukan 55 peserta dari berbagai lintas agama ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (19–20 Mei 2026), bertempat di Hotel Aston Inn Lumajang.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyatukan semangat moderasi beragama dengan pelestarian lingkungan demi mencegah konflik sosial di masyarakat.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan moderasi beragama sebagai solusi konkret pencegahan konflik melalui pendekatan ekoteologi, yaitu sebuah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai teologi agama dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kehadiran puluhan tokoh lintas agama dalam forum ini menegaskan adanya dukungan yang kuat untuk menciptakan keharmonisan sosial yang selaras dengan menjaga ekosistem bumi.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dengan didampingi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi kampus ini menunjukkan komitmen besar UIN KHAS Jember dalam mengawal isu-isu perdamaian dan kemanusiaan berbasis keagamaan.
Dalam sambutan hangatnya saat membuka acara, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni menegaskan bahwa perdebatan mengenai konsep moderasi beragama sudah selesai. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini justru berada pada tataran implementasi atau penerapan konkret dalam kehidupan sehari-hari umat beragama.
“Moderasi beragama tidak boleh disempitkan hanya sebatas dogma teks, tetapi harus dikaitkan langsung dengan penyelesaian sengketa kemanusiaan. Dengan begitu, agama nyata hadir dalam menciptakan kerukunan,” ujar Prof. Hepni, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, Prof. Hepni menambahkan bahwa kehidupan yang diwarnai ketegangan dan ketidakrukunan sangat melenceng dari fitrah manusia.
Melalui forum sinergis ini, para peserta yang terdiri dari para tokoh dan penggerak lintas agama diharapkan mampu menjadi pelopor utama dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama secara kontekstual di tengah masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap konsistensi LP2M dalam menyuarakan moderasi beragama. Beliau menekankan bahwa isu penguatan moderasi ini bukan sekadar program musiman, melainkan bagian integral dari Asta Prioritas Kementerian Agama (Kemenag) sekaligus selaras dengan Dasa Cita Rektor UIN KHAS Jember.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Khusna juga mengajak seluruh elemen umat beragama tanpa terkecuali untuk menjadikan UIN KHAS Jember sebagai laboratorium sosial dan rumah diskusi yang inklusif bagi semua golongan. Melalui keterbukaan ini, diharapkan ruang dialog antariman dapat terus tumbuh subur.
“Kami berharap diskusi dan workshop ini memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi lingkungan kampus tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam skala nasional,” harapnya.
Menutup esensi dari urgensi acara tersebut, Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember, Dr. H. Shoni Rahmatullah Amrozi, M.Pd.I., memberikan penjelasan reflektif mengenai latar belakang kegiatan ini.
Menurutnya, kolaborasi antara moderasi dan eko-teologi lahir sebagai respons taktis terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama mengenai keterkaitan erat antara isu perdamaian sosial dan krisis lingkungan global saat ini.
“Ini adalah respons nyata kita. Saat ini,itu tidak bisa lagi memisahkan isu kedamaian sosial dengan kelestarian lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkas






