Didukung Puluhan Tokoh Lintas Agama, UIN KHAS Kuatkan Gerakan Eko-Teologi Berkesadaran Moderasi

Wednesday, 20 May 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Shoni Rahmatullah Amrozi (Kepala Moderasi UIN KHAS Jember) Saat Sesi Opening Acara

Gambar Shoni Rahmatullah Amrozi (Kepala Moderasi UIN KHAS Jember) Saat Sesi Opening Acara

FRENSIA.ID– Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember resmi membuka kegiatan Dialog, Workshop, dan Simulasi Penanganan Konflik Antarumat Beragama Berbasis Ekoteolog(20/05).

Acara strategis yang mempertemukan 55 peserta dari berbagai lintas agama ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (19–20 Mei 2026), bertempat di Hotel Aston Inn Lumajang.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyatukan semangat moderasi beragama dengan pelestarian lingkungan demi mencegah konflik sosial di masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada penguatan moderasi beragama sebagai solusi konkret pencegahan konflik melalui pendekatan ekoteologi, yaitu sebuah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai teologi agama dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Kehadiran puluhan tokoh lintas agama dalam forum ini menegaskan adanya dukungan yang kuat untuk menciptakan keharmonisan sosial yang selaras dengan menjaga ekosistem bumi.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dengan didampingi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi kampus ini menunjukkan komitmen besar UIN KHAS Jember dalam mengawal isu-isu perdamaian dan kemanusiaan berbasis keagamaan.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Siapkan Keamanan Berlapis saat Pelaksanaan UM-PTKIN

Dalam sambutan hangatnya saat membuka acara, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni menegaskan bahwa perdebatan mengenai konsep moderasi beragama sudah selesai. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini justru berada pada tataran implementasi atau penerapan konkret dalam kehidupan sehari-hari umat beragama.

“Moderasi beragama tidak boleh disempitkan hanya sebatas dogma teks, tetapi harus dikaitkan langsung dengan penyelesaian sengketa kemanusiaan. Dengan begitu, agama nyata hadir dalam menciptakan kerukunan,” ujar Prof. Hepni, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, Prof. Hepni menambahkan bahwa kehidupan yang diwarnai ketegangan dan ketidakrukunan sangat melenceng dari fitrah manusia.

Melalui forum sinergis ini, para peserta yang terdiri dari para tokoh dan penggerak lintas agama diharapkan mampu menjadi pelopor utama dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama secara kontekstual di tengah masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap konsistensi LP2M dalam menyuarakan moderasi beragama. Beliau menekankan bahwa isu penguatan moderasi ini bukan sekadar program musiman, melainkan bagian integral dari Asta Prioritas Kementerian Agama (Kemenag) sekaligus selaras dengan Dasa Cita Rektor UIN KHAS Jember.

Baca Juga :  Profil Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember, Khamidatus Sholeha Ma'rufin: Hafidzah Perintis Sahabat Muroja'ah


Pada kesempatan yang sama, Prof. Khusna juga mengajak seluruh elemen umat beragama tanpa terkecuali untuk menjadikan UIN KHAS Jember sebagai laboratorium sosial dan rumah diskusi yang inklusif bagi semua golongan. Melalui keterbukaan ini, diharapkan ruang dialog antariman dapat terus tumbuh subur.

“Kami berharap diskusi dan workshop ini memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi lingkungan kampus tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam skala nasional,” harapnya.

Menutup esensi dari urgensi acara tersebut, Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember, Dr. H. Shoni Rahmatullah Amrozi, M.Pd.I., memberikan penjelasan reflektif mengenai latar belakang kegiatan ini.

Menurutnya, kolaborasi antara moderasi dan eko-teologi lahir sebagai respons taktis terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama mengenai keterkaitan erat antara isu perdamaian sosial dan krisis lingkungan global saat ini.

“Ini adalah respons nyata kita. Saat ini,itu tidak bisa lagi memisahkan isu kedamaian sosial dengan kelestarian lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkas

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab
Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah
UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama
Hubungan NU dengan Kekuasaan, KH Zainil Ghulam: Mengontrol Penguasa
Kiai-Kiai Besar Jember Antar Kepergian Prof Hepni, Sosok Rektor Yang Upayakan UIN KHAS Jadi Pusat Studi Pesantren
UIN KHAS Berduka, Prof Hepni Wafat
Kadispendik Jember Tegaskan Tutup Celah Kecurangan SPMB 2026
Tim Sekretariat UIN KHAS Jember Tingkatkan Kompetensi melalui Penguatan Profesionalitas

Baca Lainnya

Wednesday, 24 June 2026 - 22:28 WIB

Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab

Wednesday, 24 June 2026 - 21:54 WIB

Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah

Tuesday, 23 June 2026 - 17:50 WIB

UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama

Saturday, 20 June 2026 - 13:25 WIB

Hubungan NU dengan Kekuasaan, KH Zainil Ghulam: Mengontrol Penguasa

Friday, 19 June 2026 - 10:16 WIB

Kiai-Kiai Besar Jember Antar Kepergian Prof Hepni, Sosok Rektor Yang Upayakan UIN KHAS Jadi Pusat Studi Pesantren

TERBARU

Regionalia

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Friday, 26 Jun 2026 - 13:12 WIB

Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen saat sambutan di acra pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

News

OJK akan Luncurkan Aplikasi 157 untuk Cegah Scam

Friday, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading