Perahu Nelayan Terbalik di Grajagan Banyuwangi, Dua Tewas Dua dalam Pencarian

Monday, 20 July 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Perahu Nelayan Terbalik di Grajagan Banyuwangi, Dua Tewas Dua dalam Pencarian (Sumber: istimewa)

Gambar Perahu Nelayan Terbalik di Grajagan Banyuwangi, Dua Tewas Dua dalam Pencarian (Sumber: istimewa)

FRENSIA.ID– Kecelakaan laut terjadi di perairan Pelawangan Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/07/26) dini hari. Sebuah perahu jurek yang mengangkut puluhan anak buah kapal (ABK) terbalik saat hendak masuk ke pelawangan usai mencari ikan.

Akibat insiden tersebut, dua ABK ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan bersama nelayan setempat dan Basarnas Banyuwangi.

Korban meninggal dunia masing-masing adalah Purnomo (60) , warga Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi (46) , warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.

Sementara itu, dua korban yang masih dinyatakan hilang yakni Pendik (34) dan Lukman (25) , keduanya warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika perahu jurek Inovasi yang dinakhodai Mamat hendak memasuki Pelawangan Grajagan setelah semalaman melaut.

“Perahu jurek mengalami kecelakaan saat hendak masuk Pelawangan Grajagan usai melaut. Berdasarkan keterangan saksi, kapal sempat terbawa arus dan dihantam gelombang besar hingga akhirnya terbalik,” kata Agus.

Baca Juga :  Komplotan ABH Pembobol Minimarket dan Sekolah di Banyuwangi Dibekuk Polisi

Perahu milik Edi Siswanto tersebut mengangkut 33 orang, termasuk nahkoda. Berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan salah seorang ABK, saat mendekati pelawangan kondisi laut awalnya terlihat tenang. Namun, kapal tiba-tiba terseret arus sebelum dihantam gelombang besar.

Akibat hantaman ombak, mesin kapal yang semula masih menyala mendadak mati sehingga nahkoda tidak lagi dapat mengendalikan perahu. Dalam hitungan detik, kapal terbalik dan seluruh ABK tercebur ke laut.

Para nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian maupun berpegangan pada benda-benda yang mengapung seperti galon. Di tengah upaya penyelamatan itu, dua ABK ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di laut oleh nelayan lain.

“Dari kejadian tersebut, dua anak buah kapal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian. Seluruh unsur terkait bersama nelayan setempat dan Basarnas terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian,” ujar Agus.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla di Licin, Masyarakat Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok

Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB, personel Polsek Purwoharjo langsung menuju lokasi bersama unsur TNI AL Pos Grajagan, Polairud, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, serta Dinas Perikanan.

Petugas kemudian melakukan identifikasi korban, meminta keterangan para saksi, dan berkoordinasi dengan Basarnas Banyuwangi untuk memperluas pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan.

Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Grajagan terhadap dua korban meninggal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Saat ini, proses pencarian terhadap Pendik dan Lukman masih terus dilakukan dengan menyisir perairan sekitar Pelawangan Grajagan menggunakan perahu nelayan dan melibatkan tim SAR gabungan.

Kapolsek Purwoharjo mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, arus, dan gelombang sebelum melaut, terutama saat melintas di kawasan Pelawangan Grajagan yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak yang dapat berubah dengan cepat. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pickup Terjun ke Bawah Sasak Tambong Banyuwangi, Sopir Luka-luka
Lansia Hilang 5 Hari Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kabat Banyuwangi
Peserta Terserempet truck, Gerak Jalan HUT RI di Genteng Banyuwangi Nyaris Ricuh
Tergiur Janji Fortuner dan Umrah, Warga Pesanggaran Banyuwangi Diduga Ditipu Rp 159 Juta
PKBM Merdeka Jalin Kerjasama dengan LPK Desy Education di bidang Pendidikan Kesetaraan dan Pelatihan Keterampilan
Dua Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan di Grobogan Jawa Tengah
Pengunjung Wanita Selundupkan Narkoba Lewat Area Kemaluan Digagalkan Petugas Lapas
Asap Mengepul di Sekitar Gunung Raung, BPBD : Bukan Aktivitas Vulkanik

Baca Lainnya

Monday, 24 August 2026 - 15:28 WIB

Pickup Terjun ke Bawah Sasak Tambong Banyuwangi, Sopir Luka-luka

Monday, 24 August 2026 - 15:22 WIB

Lansia Hilang 5 Hari Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kabat Banyuwangi

Sunday, 23 August 2026 - 15:38 WIB

Peserta Terserempet truck, Gerak Jalan HUT RI di Genteng Banyuwangi Nyaris Ricuh

Sunday, 23 August 2026 - 00:50 WIB

Tergiur Janji Fortuner dan Umrah, Warga Pesanggaran Banyuwangi Diduga Ditipu Rp 159 Juta

Sunday, 23 August 2026 - 00:38 WIB

PKBM Merdeka Jalin Kerjasama dengan LPK Desy Education di bidang Pendidikan Kesetaraan dan Pelatihan Keterampilan

TERBARU

Gambar Pickup Terjun ke Bawah Sasak Tambong Banyuwangi, Sopir Luka-luka(Sumber: Isitimewa)

Regionalia

Pickup Terjun ke Bawah Sasak Tambong Banyuwangi, Sopir Luka-luka

Monday, 24 Aug 2026 - 15:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading